Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dorong Pembinaan Santri Berprestasi di Kab Pasuruan yang Selama Ini Kurang Dapat Perhatian Pemerintah

Muhamad Busthomi • Selasa, 5 November 2024 | 18:00 WIB
BUTUH SUPPORT: Forum Ukhuwah Pengembangan (FUP) TPQ Kabupaten Pasuruan ketika ditemui pimpinan DPRD di kantor dewan, Senin (4/11).
BUTUH SUPPORT: Forum Ukhuwah Pengembangan (FUP) TPQ Kabupaten Pasuruan ketika ditemui pimpinan DPRD di kantor dewan, Senin (4/11).

BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan jadi gudang bakat dan prestasi santri. Sayangnya, dukungan pemerintah daerah selama ini dinilai masih kurang.

Parlemen daerah mendorong agar dana pembinaan bisa digulirkan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan para santri berprestasi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (4/11).

Mereka adalah Muhammad Wafiqul Azmi, Zuanita Azqia Qolbi, Avisa Farica Artanti. Ketiganya menyandang Juara 1 Cerdas Cermat Alquran (CCQ) dalam Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-12 Tingkat Nasional.

Kegiatan berlangsung di Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/10).

"Prestasi ini diraih secara berjenjang sejak mereka menjuarai FASI tingkat kabupaten dan provinsi," kata Abdullah Mahfud, Ketua Forum Ukhuwah Pengembangan (FUP) TPQ Kabupaten Pasuruan.

Mahfud meyakinkan, anak didiknya menjadi juara nasional dengan atmosfer persaingan yang cukup ketat.

Sebab mereka harus mengalahkan peserta dari 38 provinsi se-Indonesia. Mahfud sendiri berharap prestasi mereka bisa memotivasi anak didik lain untuk bisa mengikuti ajang tersebut.

"Dan bukan kali ini saja sebenarnya anak-anak kami menjadi juara nasional," katanya.

Sejak aktifnya FUP TPQ Kabupaten Pasuruan 2017 silam, sudah dua kali anak didik Kabupaten Pasuruan yang sudah berhasil menembus prestasi tingkat nasional.

Tidak hanya di cabang lomba CCQ saja, melainkan juga ceramah agama.

Hanya saja, sejauh ini kepedulian pemerintah daerah masih belum maksimal. "Makanya dalam kesempatan ini kami juga sampaikan. Bahwa daerah-daerah lain mendapat support luar biasa dari pemerintah daerah, seperti Tuban, Tulungagung, Jember," kata Mahfud.

Menurutnya, dana pembinaan yang selama ini diberikan Pemkab Pasuruan sebatas kegiatan tingkat kecamatan.

Tetapi untuk persiapan FASI tingkat nasional, semua kebutuhan pembiayaan ditanggung secara mandiri.

"Karena ketika sudah sampai tingkat nasional seperti sekarang, anak-anak ini tidak hanya membawa nama lembaga, melainkan juga mengharumkan nama daerah," bebernya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengaku akan mendorong terealisasinya anggaran untuk menunjang kegiatan para santri berprestasi.

Sekalipun tidak dalam bentuk hibah misalnya, paling tidak pemerintah bisa berperan dalam bentuk program dan kegiatan. Misalnya, ketika event tingkat kabupaten.

"Jadi kami akan dorong supaya minimal event FASI di tingkat kabupaten itu bisa ditanggung pemerintah. Kita punya banyak sekali event bernuansa kebudayaan, dan tentunya perlu juga ada event berbasis prestasi seperti ini," katanya.

Legislator PKB itu mengaku akan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar keinginan tersebut bisa terwujud.

Akan tetapi, mekanisme penganggarannya memang tidak bisa seketika. Apalagi dengan sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) yang mengharuskan diklasifikasi, setahun sebelum pembahasan anggaran.

"Paling tidak, Februari mendatang kamus usulan di Dinas Pendidikan itu bisa masuk lebih dulu untuk perencanaan anggaran 2026," beber Samsul. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid