BANGIL, Radar Bromo - Sejumlah pedagang di Pasar Pasrepan tampaknya harus kembali bersabar. Sebulan berlalu sejak kebakaran hebat, nasib mereka masih menggantung.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan pasar tradisional yang menjadi tulang punggung perekonomian warga sekitar ini, akan kembali beroperasi.
Pedagang yang tempat berjualannya terbakar, masih harus menempati lapak relokasi yang sifatnya sementara.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pasuruan Bakti Jati Permana mengungkapkan, perbaikan lapak dan kios pasar yang terbakar itu, tengah dibahas.
Anggaran pembangunan lapak dan kios-kios yang terbakar, baru dialokasikan tahun depan.
Sebab, dalam merumuskan anggaran yang diperlukan, pemerintah perlu menghitung seberapa besar kebutuhannya. “Sekarang masih dibahas rencana pengalokasian anggarannya,” katanya.
Apalagi, bulan-bulan ini pemerintah akan menyodorkan draf rancangan APBD 2025. Pembahasan dengan kalangan legislatif juga perlu untuk mendengar masukan.
Sehingga, skema penganggaran nantinya benar-benar efektif. Serta bisa menjawab persoalan di lapangan.
“Jadi masih pembahasan. Termasuk apakah seluruh pasar akan direvitalisasi atau hanya bagian yang terbakar saja,” imbuhnya.
Kepastian itu dinilai penting, untuk menentukan apakah penganggarannya dibebankan pada APBD murni atau ada skema pembiayaan lain.
Misalnya, dengan mengajukan bantuan keuangan dari pemerintah pusat ataupun provinsi.
Di sisi lain, pemerintah juga masih menunggu penyebab pasti kebakaran yang membuat ratusan lapak dan kios ludes dilalap si jago merah.
“Kami masih menunggu hasil investigasi dari kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda Pasar Pasrepan Senin 9 September 2024 lalu.
Insiden yang terjadi lewat dini hari itu, sedikitnya menghanguskan 227 lapak pedagang kaki lima (PKL) dan 42 kios. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin