BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan termasuk salah satu daerah di Jatim yang menjadi penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah PMI asal Kabupaten Pasuruan cenderung meningkat.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan (Disnaker), jumlah PMI asal Kabupaten Pasuruan, pada 2022, mencapai 104 orang. Angka itu, meningkat pada 2023 mencapai 114 orang.
Sementara tahun 2024 ini, hingga Agustus saja sudah ada 93 orang. “Ada trend peningkatan jumlah PMI asal Kabupaten Pasuruan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Moch. Nur Kholis.
Menurut Nur Kholis, PMI Kabupaten Pasuruan berasal dari sejumlah kecamatan.
Di antaranya dari Nguling, Bangil, Grati, Gempol, Pandaan, Purwodadi dan Purwosari. Rata-rata, mereka menyasar negara Asia.
Seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam hingga Jepang dan Korea Selatan.
Mayoritas, mereka bekerja di sektor informal. Seperti asisten rumah tangga hingga pengasuh orang tua. Namun, ada pula yang bekerja di sektor formal.
“Menjadi karyawan perusahaan, penjaga toko, anak buah kapal dan pekerjaan lainnya,” jelasnya.
Beragam hal menjadi alasan banyaknya warga Kabupaten Pasuruan menjadi PMI. Gaji yang disebut-sebut lebih tinggi, belum mendapatkan pekerjaan di dalam negeri hingga faktor lainnya.
Nur Kholis menguraikan, Disnaker Kabupaten Pasuruan bertugas dalam memberikan pelayanan, berupa perjanjian penempatan kerja migran.
Untuk memberikan perlindungan, saat PMI tersebut bekerja di luar negeri hingga kepulangannya ke kampong halaman.
“Kami senantiasa memberikan pemantauan. Sehingga, ada jaminan rasa aman bagi pekerja migran,” sambung dia. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin