BANGIL, Radar Bromo - Operasi wajah atau face off Alun-alun Bangil mulai berjalan.
Proyek Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan tersebut ditargetkan selesai dalam tiga bulan.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony mengungkapkan, pekerjaan yang didanai APBD 2024 tersebut, memprioritaskan penataan PKL.
Agar lebih teratur dan tidak terlihat kumuh. Pada tahap awal, penataan PKL akan difokuskan pada sisi timur dan selatan alun-alun.
“Kami berharap, meskipun dengan anggaran yang terbatas, pekerjaannya tetap terlihat hasilnya,” kata Ghony-sapaannya.
Apalagi, Alun-Alun Bangil merupakan salah satu simbol utama di Kabupaten Pasuruan. Lokasinya juga berada di kawasan ibu kota.
Ghony mengakui, revitalisasi salah satu ruang terbuka hijau itu, memerlukan suntikan dana yang besar.
“Hanya saja untuk tahap awal, kami sesuaikan dengan kecukupan anggaran dalam pembiayaannya,” imbuhnya.
Proyek itu sendiri, sedianya dialokasikan dengan dana Rp 805 juta. Akan tetapi, kontrak kerja yang disepakati dengan pihak ketiga melalui mekanisme lelang, sebesar Rp 634 juta.
Ghony mengharapkan, meski dengan anggaran terbatas, perubahan yang dihasilkan dapat signifikan. Khususnya dalam penataan PKL.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih baik untuk masyarakat dan pengunjung alun-alun,” ungkapnya.
Revitalisasi ini, diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga bulan. “Paling tidak ketika sudah akhir tahun nanti, sudah kelihatan hasilnya,” sampainya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin