BANGIL, Radar Bromo - Serangan nyamuk Aedes Aegypti masih harus diwaspadai. Mengingat, jumlah kasus yang terjadi di tengah masyarakat masih cukup tinggi. Kendati fatalitas kematian pasien, relatif kecil.
Banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) itu, terlihat dari pasien yang harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil.
Selama delapan bulan terakhir, jumlah pasien yang ditangani rumah sakit milik pemerintah tersebut, mencapai 336 pasien.
Dari total pasien DBD yang dirawat, sebanyak lima pasien meninggal dunia. Atau sekitar 1,4 persen, dari kasus yang melanda.
Humas RSUD Bangil M. Hayat mengatakan, penurunan angka kematian ini, tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh RSUD dan pihak terkait.
“Beberapa langkah strategis yang diambil, antara lain ketersediaan fasilitas yang memadai,” kata Hayat.
Meskipun terjadi penurunan angka kematian, tantangan dalam pengendalian DBD masih tetap ada.
Munculnya varian baru virus dengue dan perubahan iklim, dapat mempengaruhi penyebaran penyakit ini.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan upaya pencegahan.
“Kami mengimbau, agar gerakan pemberantasan sarang nyamuk, dengan gerakan masyarakat cek dan berantas jentik melalui bersih-bersih lingkungan, bisa digencarkan,” beber Hayat. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin