BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya merevitalisasi Alun-alun Bangil.
Proyek penataan ikon kota itu, saat ini tengah memasuki tahap lelang. Dengan anggaran terbatas, fokus utama revitalisasi kali ini, adalah pada penataan pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, menjelaskan bahwa proses lelang untuk proyek revitalisasi Alun-alun Bangil sudah dimulai.
"Kami berharap proses lelang dapat berjalan lancar sehingga pelaksanaan proyek bisa segera dimulai," ujarnya.
Ia mengatakan, proses lelang itu paling cepat selesai bulan depan. Sedangkan pekerjaan revitalisasi kawasan Alun-alun, memerlukan waktu sekitar tiga bulan.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi tahun ini sebesar Rp 805 juta. Angka ini memang jauh di bawah kebutuhan ideal.
Mengingat kebutuhan revitalisasi yang mencapai Rp 9 miliar.
Namun Ghony berharap, dengan anggaran terbatas, dapat memberikan perubahan signifikan. Terutama pada penataan PKL.
"Dengan anggaran yang ada, kami akan prioritaskan penataan PKL, agar lebih tertib dan tidak kumuh. Kami akan berupaya menciptakan kawasan Alun-alun yang lebih bersih, nyaman, dan estetis," tambah Ghony.
Kemungkinan besar, pada tahap awal ini, penataan PKL akan difokuskan pada sisi timur atau selatan Alun-alun.
"Kami akan lihat perkembangannya nanti, dan jika memungkinkan akan dilakukan penataan secara menyeluruh," imbuhnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin