BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan memang bukan daerah kantong pekerja migran.
Namun, tak sedikit warga yang memilih bekerja ke luar negeri, untuk mencari nafkah.
Sayangnya, setelah kembali ke tanah air, banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.
Kebanyakan mantan pekerja migran ini, tidak memiliki keterampilan usaha yang mumpuni.
Penghasilan yang mereka kumpulkan selama bekerja di luar negeri pun, seringkali tidak dikelola dengan baik.
Sehingga habis begitu saja, setelah kembali ke kampung halaman.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah merancang forum bagi mantan pekerja migran.
Terutama untuk bisa membangun usaha. Program itu nantinya, diharapkan bisa menjadi forum usaha sekaligus pelatihan.
Sehingga, para pekerja migran memiliki bekal untuk memulai usaha baru.
“Kami tengah melakukan pendataan, mantan pekerja migran di setiap kecamatan,” ujar Nur Kholis, kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan.
Akan tetapi, dinasnya kemungkinan baru bisa merealisasikan program itu tahun depan.
Mantan pekerja migran yang terdata, akan dilibatkan dalam pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), untuk mendapatkan berbagai keterampilan usaha.
“Analisis kami menunjukkan, bahwa banyak kecamatan yang mengalami kesulitan dalam hal ini. Terutama di Kecamatan Nguling, yang memiliki banyak basis mantan pekerja migran,” jelasnya.
Ia menambahkan, forum mantan pekerja migran itu, diharapkan dapat membantu para mantan pekerja migran, dalam mengelola penghasilan mereka dengan lebih baik dan tidak hanya konsumtif.
Dengan memiliki keterampilan usaha, mereka diharapkan dapat membuka usaha sendiri.
Sehingga mampu untuk membantu dalam pengentasan pengangguran di Kabupaten Pasuruan. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin