BANGIL, Radar Bromo - Tragedi memilukan menimpa Rhm. Bocah malang itu tewas setelah tenggelam di Sungai Kedungbanteng, Desa Oro-oro Bulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/6).
Kejadian nahas dialami bocah 12 tahun itu saat berendam bersama teman-temannya.
Mulanya, korban hanya berendam di tepian sungai yang dangkal. Selain korban, ada tiga bocah lain yang saat itu main di sungai yang berbatasan dengan Desa Kedungbanteng. Mereka adalah Hs, Sh, dan Jk.
Kecuali Jk, korban, Hs dan Sh semula berendam di tepian sungai yang kedalamannya tak seberapa. Jk sendiri menyaksikan teman-temannya asyik bermain air.
Namun tiba-tiba korban berjalan ke tengah. Beberapa teman korban tak mengira bahwa inilah awal mula petaka.
Mereka tak sempat memperhitungkan bahwa bagian tengah sungai ternyata dalam dan bakal menyulitkan korban untuk kembali menepi.
Dalam waktu sekejap, korban lalu menghilang seolah ditelan air sungai. Teman-teman korban sempat mencarinya. Namun tak kunjung menemukan sosok korban.
Di tengah kepanikan, ketiga bocah itu bergegas menuju rumah Rhm untuk memberitahu orang tuanya.
Tak berselang lama, mereka mendapati kabar bahwa Rhm telah ditemukan oleh warga sekitar.
Kondisinya sudah tak bernyawa. Jasad korban lalu dievakuasi dengan ambulans Pemdes setempat.
Kabar duka itu tak hanya mengagetkan orang tua Rhm. Isak tangis segera memenuhi rumah mereka. Sesekali teriakan histeris terdengar lantaran kepergian korban sama sekali tak disangka-sangka.
Kapolsek Rembang AKP Mulyono dan sejumlah anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil olah TKP menunjukkan bahwa lokasi sungai dimana korban tenggelam memang cukup dalam.
”Korban sendiri memang tidak bisa berenang,” kata Mulyono.
Ia menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan murni kecelakaan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Karena itu, pihak keluarga korban menerima musibah ini dengan Ikhlas, kendati masih sangat syok.
”Sehingga tidak diperlukan tindakan otopsi terhadap korban. Kami tentu sangat prihatin, tentu kejadian ini berat bagi orang tua korban,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau agar para orang tua lebih mengawasi anak-anaknya saat bermain. Apalagi mendekati musim liburan. Ia berharap kejadian serupa tak akan terulang. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin