BANGIL, Radar Bromo - Ribuan keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Pasuruan seolah mendapat angin segar.
Pemkab Pasuruan akhirnya mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang sempat tertunda.
Semula, bantuan tersebut rencananya dicairkan sebelum lebaran lalu.
Akan tetapi, pemerintah perlu menyesuaikan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan data kemiskinan ekstrem dari Bapperida.
Sehingga, jumlah penerima bantuan kemiskinan ekstrem itu bertambah. Yang semula 6.080 KPM menjadi 8.985 KPM.
“Penerima bansos kemiskinan ekstrem ini, tersebar di 24 kecamatan,” kata Suwito Adi, kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.
Bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pj Bupati Pasuruan Andriyanto kepada sejumlah KPM di Pendopo Kecamatan Bangil, kemarin (21/5).
Selebihnya, penyaluran BST dilakukan oleh PT. Pos Indonesia secara langsung dan tunai.
Para KPM diarahkan untuk mengambil bantuan di pendopo kecamatan atau tempat yang telah ditentukan terdekat domisilinya.
Suwito mengatakan, setiap KPM dijatah dana segar sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya. Akan tetapi, bantuan tersebut dicairkan untuk periode Januari hingga Maret.
Sehingga, yang diterima KPM senilai Rp 600 ribu. Ia mengatakan, bantuan itu dialokasikan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemkab Pasuruan.
Pj Bupati Andriyanto berharap, bantuan yang diberikan bisa meringankan beban pengeluaran para KPM.
Ia juga mengimbau, dana bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan, untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Seperti membeli beras, gula, telur, dan sembako, bukan untuk membeli kebutuhan sekunder.
“Tentunya kami juga menargetkan, angka kemiskinan bisa terus menurun. Bahkan, kami berupaya untuk menekan sampai angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan, benar-benar nol,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin