PURWODADI, Radar Bromo – Proses evakuasi dilakukan petugas setelah olah TKP kecelakaan maut yang melibatkan dua truk kontainer dan sebuah motor di ruas jalan nasional jurusan Malang-Surabaya, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/4) sore.
Namun, evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual. Penyebabnya, karena tiga kecelakaan yang terlibat kecelakaan semuanya rusak parah.
Tidak hanya kepala truk kontainer. Namun, juga peti kemas dua truk kontainer, mengalami rusak parah.
Di sisi lain, keduanya sama-sama mengangkut puluhan ton muatan. Sehingga, tidak memungkinkan dievakuasi manual.
Untuk mempercepat evakuasi itu, Satlantas Polres Pasuruan mendatangkan dua unit truk derek dari PT Jasamarga Pandaan Malang.
Petugas juga mendatangkan alat berat beruapa dua unit crane dari PT Duta Beton Mandiri (DBM).
“Proses evakuasi harus menggunakan crane. Jadi kami datangkan dua unit sekaligus biar maksimal,” beber KBO Satlantas Polres Pasuruan Iptu Arif Rahman Hakim.
Selama proses evakuasi, akses untuk kendaraan dari arah Surabaya ke Malang dan sebaliknya tidak ditutup total. Kendaraan masih bisa melintas.
Sebab, lajur dari arah Malang ke Surabaya diberlakukan contraflow sepanjang sekitar 400-500 meter.
Selain evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, juga dilakukan evakuasi pada pohon yang ditabrak truk kontainer. Evakuasi dilakukan sesaat setelah kejadian oleh personel BPBD Kabupaten Pasuruan.
Semua proses itu membutuhkan waktu lama. Sekitar 12 jam. Yaitu, mulai sore setelah kecelakaan sampai subuh.
“Sekitar subuh proses evakuasinya tuntas. Butuh waktu sekitar 12 jam. Setelah itu, arus lalu lintas kembali normal,” ungkapnya. (zal/hn)
Editor : Achmad Syaifudin