BANGIL, Radar Bromo – Pansus Tata Kelola Kopi bentukan DPRD Kabupaten Pasuruan dipastikan terus bekerja.
Pemanggilan terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pasuruan, dinilai belum cukup menjadi dasar Pansus untuk menyusun rekomendasi.
Dalam waktu dekat, pansus juga akan mendengar paparan Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Kabupaten Pasuruan, yang selama ini, disebut-sebut sebagai pemilik brand kopi Kapiten.
Ketua Pansus Tata Kelola Kopi DPRD Kabupaten Pasuruan, Najib Setiawan memastikan, kinerja pansus belum berakhir.
Setelah menghadirkan lima OPD, pihaknya juga akan memanggil stakeholder terkait program perkopian yang dijalankan pemkab.
“Khususnya APEKI Kabupaten Pasuruan. Kalau selama ini disebut sebagai mitra pemerintah daerah, kami ingin tahu bagaimana hubungan kemitraannya dan dasar hukumnya seperti apa,” kata Najib.
Tak hanya itu, pansus juga mengagendakan untuk bertemu dengan perwakilan kelompok tani kopi.
Mengingat, sebagian dana sebesar Rp10,3 miliar yang dikucurkan pemerintah daerah juga diberikan kepada kelompok tani di delapan kecamatan.
“Karena setiap penggunaan anggaran pemerintah, kan juga perlu jelas tujuan dan gol yang didapat apa saja,” imbuhnya.
Ia tidak ingin persepsi yang berkembang semakin liar, lantaran dana fantastis itu, dianggap tak menghasilkan tujuan yang signifikan, terhadap produk unggulan Kabupaten Pasuruan.
Bagaimanapun, anggaran pemerintah yang dikucurkan mesti bisa dipertanggungjawabkan.
“Itu yang nanti akan kami klarifikasi, sebelum memutuskan rekomendasi hasil kerja pansus selama ini,” terang dia. (tom/one)
Editor : Muhammad Fahmi