Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pembeli Enggan Masuk, Omzet Turun, Pedagang Pasar Bangil Mengeluh, Kenapa?

Muhamad Busthomi • Minggu, 31 Maret 2024 | 15:00 WIB
BERJEJER: Pedagang liar yang berjualan di luar Pasar Bangil. Mereka Berjejer mulai timur Pasar Bangil sampai arah Kolursari.
BERJEJER: Pedagang liar yang berjualan di luar Pasar Bangil. Mereka Berjejer mulai timur Pasar Bangil sampai arah Kolursari.

BANGIL, Radar Bromo – Pedagang pasar Bangil sedang dilanda dilema. Mereka yang berjualan di dalam pasar, merasakan omsetnya yang merosot.

Omset mereka merosok, karena makin sedikit pengunjung pasar yang berbelanja di dalam pasar.

Mereka lebih suka berbelanja pada pedagang yang ada di luar pasar. Sebab, menawarkan harga lebih murah pada pembeli.

Keluhan inipun disampaikan langsung kepada Pj Bupati Pasuruan Andriyanto, saat monitoring Pasar Bangil, beberapa waktu lalu.

Lina, salah satu pedagang mengadu, omzetnya turun drastis akibat banyak pembeli beralih ke pedagang di luar pasar. Lebih-lebih dengan selisih harga yang menggiurkan.

”Mereka jual daging ayam Rp 33 ribu per kiligram. Sedangkan kami Rp 35 ribu,” terangnya.

Ia berharap pemerintah bisa menertibkan para pedagang di luar pasar. Agar Pasar Bangil kembali ramai pembeli.

”Apalagi pedagang seperti kami ini membayar retribusi pada pemerintah,” kata dia.

Pantauan jawapos.radarbromo.com, pedagang di luar pasar memang sangat banyak. Mereka berjajar di sepanjang jalan, mulai timur Pasar Bangil sampai arah Kolursari.

”Banyak jumlah mereka yang di luar. Karena itu, perlu ditertibkan. Supaya pembeli mau masuk pasar lagi,” lanjutnya.

Pj Bupati Andriyanto mengatakan, Pemkab Pasuruan sudah pernah menertibkan pedagang di luar pasar. Namun, mereka kembali berjualan karena alasan ekonomi.

”Masalahnya memang pedagang di luar itu tidak masuk paguyuban. Dan karena tidak berada di dalam pasar, maka tidak termasuk yang dikenai retribusi,” kata dia.

Dia pun meminta para pedagang untuk bersabar. Ia berjanji akan mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Termasuk juga tak merugikan penerimaan PAD pemerintah.

”Kami tampung keluhan para pedagang dan akan cari formula win-win solution,” kata dia. (tom/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#kabupaten pasuruan #pedagang liar #pasar bangil