Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kisah Anif Isyna Fitri Santriwati Ponpes Wahid Hasyim Bangil, Ukir Prestasi Lewat Melodi Dakwah  

Muhamad Busthomi • Sabtu, 30 Maret 2024 | 00:21 WIB

 

 

BERPRESTASI: Anif Isyna Fitri saat menunjukkan piala yang diraih. (M Busthomi/ Radar Bromo)
BERPRESTASI: Anif Isyna Fitri saat menunjukkan piala yang diraih. (M Busthomi/ Radar Bromo)

Di tengah irama lagu-lagu menggelegar yang mendominasi dunia remaja, Anif Isyna Fitri, 16, memilih jalan yang berbeda.

Ia justru hanyut alunan melodi nasyid, sebuah seni vokal yang sarat dengan pesan dakwah.

Kecintaannya pada seni vokal berpadu dengan semangat dakwah, mengantarkan santriwati Ponpes K.H.A Wahid Hasyim Bangil tersebut, meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 Ghina Araby dalam ajang Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (Gaza).

---

Berbeda dengan remaja seusianya yang terpaku pada layar smartphone, Anif justru mengisi waktunya, dengan berlatih vokal dan mempelajari lagu-lagu nasyid.

Baginya, nasyid bagaikan oase di tengah gurun pasir yang tandus.

Di tengah dunia yang penuh dengan kebisingan dan kesibukan, Anif menemukan ketenangan dan kedamaian dalam lantunan melodi nasyid.

Bahkan, dengan melantunkan lagu-lagu nasyid, santriwati Ponpes K.H.A. Wahid Hasyim Bangil itu menunjukkan bahwa dakwah dapat disampaikan dengan cara yang indah dan menawan melalui seni vokal nasyid.

Anif, yang kini duduk di kelas 10 MA Wahid Hasyim, memang sudah menunjukkan bakat vokalnya sejak kecil.

Terinspirasi oleh sang ibu dan kakak yang merupakan qori, Anif mulai tertarik dengan Ghina Araby setelah bergabung dengan grup Al Mawaddah di pesantren.

Keindahan melodi dan makna mendalam dalam lagu-lagu nasyid menyihir hatinya. Tekad Anif untuk menekuni Ghina Araby semakin kuat.

Ia berlatih dengan gigih di bawah bimbingan Ustad Zen, yang mengasah teknik vokal, mempelajari lagu-lagu nasyid penuh makna, dan mendalami artikulasi bahasa Arab yang tepat.

Perjalanannya menuju podium juara tak mudah. Anif harus menyeimbangkan waktu belajar di pesantren dengan latihan vokal yang intensif.

“Tantangan terbesarnya, adalah menjaga kestabilan suara yang sering berubah-ubah di masa remaja,” ungkap Anif.

Namun, tekad dan semangatnya tak pernah surut. Anif berlatih lebih keras, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup.

Ia tak ragu untuk meminta saran dan masukan dari guru serta teman-temannya.

Ada dua lagu yang ia bawakan saat kompetisi di UIN Maulana Malik Ibrahim, 2023 lalu.

Yakni Ala Bali serta lagu Jika yang dipopulerkan Ari Lasso dan Melly Goeslaw.

Bedanya, lagu Jika dibawakan dalam Bahasa Arab. Ustad Zen pula yang membantunya menerjemahkan lirik lagu yang populer di tahun 2000-an tersebut.

“Menurut saya, ini tantangannya. Karena membawakan lagu yang sudah dikenal banyak orang, tapi dengan bahasa yang berbeda,” katanya.

Kerja keras dan dedikasi Anif terbayar lunas.

Ia berhasil memukau para juri dengan suaranya yang merdu dan penghayatannya yang mendalam terhadap lagu-lagu yang dibawakannya.

Bagi Anif, prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang menyebarkan nilai-nilai positif dan dakwah melalui Ghina Araby.

Ia ingin menginspirasi santri lain untuk berani bermimpi dan mengejar passion mereka.

“Ghina Araby bukan hanya tentang menyanyi, tapi juga tentang menyampaikan pesan dakwah dengan cara yang indah dan menyentuh,” ujar Anif penuh semangat.

Keikutsertaan Anif dalam lomba Ghina Araby bukan hanya tentang kompetisi.

Ia bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai pesantren, menjalin persahabatan, dan saling berbagi ilmu.

Momen pengumuman juara menjadi puncak yang tak terlupakan. Rasa haru dan bahagia menyelimuti Anif saat namanya disebut sebagai juara 2.

“Prestasi ini menjadi hadiah berharga bagi saya, keluarga, dan keluarga besar pesantren,” tuturnya. (tom/one)

Editor : Muhammad Fahmi
#santriwati #Wahid Hasyim #ponpes #bangil #dakwah