Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Minta OPD Siaga Segala Risiko Penyakit yang Muncul di Musim Hujan

Muhamad Busthomi • Senin, 18 Maret 2024 | 17:05 WIB

 

Banjir yang menggenangi jalan raya Rejoso beberapa waktu lalu. 
Banjir yang menggenangi jalan raya Rejoso beberapa waktu lalu. 

BANGIL, Radar Bromo - Musim hujan yang melanda beberapa hari di awal bulan Ramadan di Kabupaten Pasuruan membawa berkah, sekaligus memberikan ancaman bahaya.

Di satu sisi, hujan membantu mengairi sawah dan ladang, di sisi lain, musim hujan juga meningkatkan risiko penyakit.

Bahkan, BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan mengingatkan, ancaman bencana di awal Ramadan saat ini, lantaran curah hujan sedang tinggi.

banBaca Juga: Luapan Air Sungai Petung Juga Membuat Jembatan Buk Wedi Banjir, Ini Kondisinya

Pj Bupati Pasuruan Andriyanto mengimbau agar masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penyakit yang dapat muncul di musim hujan.

Terlebih kondisi cuaca saat ini yang cenderung ekstrem dengan tingginya curah hujan berdurasi lama.

Dibutuhkan kewaspadaan ekstra dalam mengantisipasi penyakit penyerta pasca banjir.

”Bagi masyarakat perlu diwaspadai ada beberapa penyakit akibat dari banjir,” bebernya.

Salah satu risiko penyakit yang paling umum terjadi adalah diare akibat hipotermia.

Terutama, di wilayah yang sempat terendam banjir, seperti di Kecamatan Grati, Winongan, dan Rejoso.

”Kalau seandainya genangan air tidak surut, maka akan terjadi kedinginan, kemudian hipotermia dan itu bisa menyebabkan diare,” ujarnya.

Di samping itu, risiko penyakit yang juga harus diwaspadai pascabanjir adalah leptospirosis.

Yakni gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya infeksi bakteri leptospira interrogans yang penularannya melalui tikus. Ancaman ini lebih rentan terjadi daerah terdampak banjir.

Karena bencana banjir membuat tikus akan keluar dari sarangnya dan mencari tempat yang lebih tinggi.

”Tapi ini menjadi sebuah catatan saja untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaan. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi,” kata Andriyanto.

Karena itu, pihaknya menjamin bahwa pemerintah tak akan tinggal diam. Terutama merespon daerah-daerah yang kerap jadi langganan banjir.

Penanganannya semaksimal mungkin dilakukan agar surutnya genangan lebih cepat.

”Lebih-lebih untuk menangani sisa-sisa lumpur, kami sudah perintahkan Dinas PU Bina Marga, Dinas SDA Cipta Karya, DLH bergerak untuk memulihkan segera memulihkan kondisi di lokasi terdampak bencana,” terang Andriyanto.

Pria yang juga Kepala BRIDA Jawa Timur itu juga memastikan bahwa seluruh perangkat daerah tetap diminta siaga selama musim hujan terjadi.

Tak hanya untuk mempercepat penanganan infrastruktur. Melainkan juga yang lebih penting penanganan medis agar tetap bisa diakses warga.

”Justru karena besarnya dampak terhadap kesehatan itulah seperti Dinas Kesehatan kami minta sigap di setiap kali ada daerah yang terkena bencana.

Agar memastikan kesehatan masyarakat, akses penanganan medis maupun suplai obat-obatan yang diperlukan sangat penting,” pungkasnya. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
#penyakit banjir #pemkab pasuruan