BANGIL, Radar Bromo - Kemiskinan ekstrem menjadi persoalan serius yang mendapat perhatian Pemkab Pasuruan.
Ribuan warga miskin ekstrem sudah terdata.
Mereka diproyeksikan, untuk bisa mendapatkan bantuan.
Hanya saja, bantuan tersebut tak akan menyentuh semua masyarakat miskin.
Dan lagi, penyalurannya akan direalisasikan saat momentum yang paling mendesak.
“Rencananya, bansos akan diberikan ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Sobikhul Asrori.
Tujuannya jelas, untuk meringankan beban warga miskin ekstrem saat banyak kebutuhan lebaran.
Sekaligus juga, mendorong daya beli mereka di saat yang paling dibutuhkan.
Karena itu, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), akan menerima bansos sekaligus untuk tiga bulan.
“Masing-masing, senilai Rp200 ribu per bulan. Sehingga, totalnya menjadi Rp 600 ribu saat penyaluran nanti,” kata dia.
Sobikhul menjelaskan, ada sebanyak 6.080 KPM yang akan menerima bansos tersebut.
Mereka merupakan warga miskin ekstrem yang sudah terdata dalam P3KE (data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).
Ia mengakui, jumlah sasaran bansos, memang belum mencakup semua warga miskin ekstrem.
Mengingat, jumlah warga miskin ekstrem di Kabupaten Pasuruan, mencapai 207.389 KK (kepala keluarga).
“Penyaluran bansos kali ini, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” imbuhnya.
Disamping itu, dinasnya juga memetakan data calon penerima bansos itu berdasarkan skala prioritas.
Artinya, ribuan warga miskin ekstrem yang bakal menerima bansos itu, benar-benar di bawah garis kemiskinan. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin