PANDAAN, Radar Bromo-Indah di awal, rumit di akhir. Begitulah hubungan Ags, seorang sales promosion girl (SPG) dengan anggota Polres Pasuruan berpangkat Aiptu berinisial SP.
Usai ditinggalkan begitu saja setelah dihamili, Ags melaporkan Aiptu SP ke Polres Pasuruan. Kini laporan itu pun tengah diproses oleh Polres Pasuruan.
Bahkan, Aiptu SP yang semula berdinas sebagai anggota Satresnarkoba sudah dimutasi.
"Yang bersangkutan, sudah dimutasi ke Sium. Tidak lagi di Satresnarkoba," kata IPTU Bambang, Kasi Humas Polres Pasuruan.
Ia juga meyakinkan, persoalan tersebut, menjadi atensi bagi institusi Polres Pasuruan.
Pengaduan yang diterima dari Ags, dipastikan bergulir. Pemeriksaan sampai sekarang masih dilakukan.
Aiptu SP dan Ags sendiri sudah berkenalan sekitar dua tahun lalu. Keduanya bertemu di Taman Dayu, Kecamatan Pandaan, pada pertengahan 2022 silam.
Saat itu Ags yang seorang SPG bertemu dengan Aiptu SP saat nongkrong. Kebetulan Aiptu SP memang kerap nongkrong di Taman Dayu Pandaan.
Dari pertemuan itu, kedua insan itu pun saling bertukar nomor ponsel. Sejak itulah komunikasi keduanya kian intens.
Sosok Aiptu SP diceritakan Ags merupakan sosok yang perhatian. "Dia sering ngajak keluar, makan, karaoke juga kadang-kadang," cerita Ags.
Setelah tiga bulan melakukan PDKT, Aiptu SP meminta Ags berhenti kerja sebagai seorang SPG. Saat itu, Ags bekerja sebagai SPG di Surabaya.
Tak hanya meminta Ags berhenti kerja. Aiptu SP juga mengontrakkan indekos untuk Ags di Pandaan.
Ags mengaku, ia terpikat bujuk rayu Aiptu SP. Apalagi, saat itu Aiptu SP mengaku bahwa dirinya sudah menduda.
"Dan, memang setiap hari dia pulangnya ke indekos saya. Jadi saya percaya saja," kata Ags.
Aiptu SP pun memenuhi semua kebutuhannya, layaknya suami menafkahi istri. Termasuk memberikan uang bulanan.
"Paling banyak pernah dikasih Rp 10 juta sebulan," kata Ags.
Tak hanya memberikan uang bulanan, hubungan Ags dan Aiptu SP layaknya suami istri. Ags pun nyaman-nyaman saja.
Namun, semua tipu muslihat Aiptu SP terbongkar setelah Ags hamil. Mengetahui Ags hamil, Aiptu SP mulai menjauh perlahan. Sikapnya juga berubah menjadi dingin.
Puncaknya, Aiptu SP memberikan obat-obatan pada Ags untuk menggugurkan kandungannya. Namun, Ags menolak.
"Dia menyuruh aborsi. Saya menolak karena taruhannya nyawa. Tapi, dia bilang, tenang saja nanti ada perawatnya," kata Ags.
Kini, Ags sudah tak banyak berharap pada Aiptu SP. Ia hanya ingin ada iktikad baik dari Aiptu SP. Bukan lari dari tanggung jawab seperti sekarang. (tom)
Editor : Muhammad Fahmi