Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bocah TK Meninggal Setelah Tenggelam saat Bermain di Sungai Kedunglarangan, Ini Faktanya

Muhamad Busthomi • Sabtu, 9 Maret 2024 | 18:33 WIB
TENGGELAM: Jenazah korban Muhammad Rafif Al Farizi di RSI Masyitoh. Dia meninggal setelah tenggelam di Sungai Kedunglarangan, Kamis (7/3).
TENGGELAM: Jenazah korban Muhammad Rafif Al Farizi di RSI Masyitoh. Dia meninggal setelah tenggelam di Sungai Kedunglarangan, Kamis (7/3).

BANGIL, Radar Bromo - Muhammad Rafif Al Farizi baru pulang sekolah pada hari Kamis (7/3) siang itu. Bocah TK itu lantas bermain bersama dua temannya.

Korban yang baru berusia 6 tahun itu lantas pamit pada ibunya untuk main ke sungai kedunglarangan bersama dua temannya.

Sekitar pukul 11.00, korban menuju area sungai dekat rumahnya di Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Mereka pun bermain bersama di sungai itu. Sekitar satu jam kemudian, petaka itu terjadi. Tiba-tiba, tubuh mungil korban terbawa arus Sungai Kedunglarangan.

Melihat hal itu, dua temannya pun ketakutan dan menangis. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu korban.

Kebetulan Muzakki, salah seorang warga mengetahui kejadian itu. Dia pun bertindak cepat. Dia meminta bantuan warga sekitar.

Muzakki Bersama beberapa warga lantas terjun ke sungai untuk menyelamatkan korban. Tak lama kemudian, tubuh korban ditemukan telungkup di permukaan sungai.

Warga langsung mengangkat korban ke tepi sungai. Namun, saat itu kondisi korban sudah dalam kondisi lemas.

“Korban langsung dievakuasi dari sungai, lalu dilarikan ke RSI Masyitoh. Warga juga mengabarkan kejadian itu ke ibu korban,” kata Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Sukiyanto.

Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong. Dia dinyatakan meninggal saat sampai di RSI Masyitoh.

Sukiyanto mengatakan, korban diduga terpeleset saat bermain di sungai. Lalu tenggelam hingga terbawa arus.

“Karena memang korban masih kecil kan. Dia masih sekolah TK. Belum bisa berenang,” ujarnya.

Sukiyanto mengimbau agar kejadian itu tak sampai terulang. Dia pun meminta agar para orang tua tak membiarkan anaknya bermain di sekitaran sungai sendirian. (tom/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#sungai kedunglarangan #bocah tk tenggelam