BANGIL, Radar Bromo - Muhammad Rafif Al Farizi baru pulang sekolah pada hari Kamis (7/3) siang itu. Bocah TK itu lantas bermain bersama dua temannya.
Korban yang baru berusia 6 tahun itu lantas pamit pada ibunya untuk main ke sungai kedunglarangan bersama dua temannya.
Sekitar pukul 11.00, korban menuju area sungai dekat rumahnya di Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Mereka pun bermain bersama di sungai itu. Sekitar satu jam kemudian, petaka itu terjadi. Tiba-tiba, tubuh mungil korban terbawa arus Sungai Kedunglarangan.
Melihat hal itu, dua temannya pun ketakutan dan menangis. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu korban.
Kebetulan Muzakki, salah seorang warga mengetahui kejadian itu. Dia pun bertindak cepat. Dia meminta bantuan warga sekitar.
Muzakki Bersama beberapa warga lantas terjun ke sungai untuk menyelamatkan korban. Tak lama kemudian, tubuh korban ditemukan telungkup di permukaan sungai.
Warga langsung mengangkat korban ke tepi sungai. Namun, saat itu kondisi korban sudah dalam kondisi lemas.
“Korban langsung dievakuasi dari sungai, lalu dilarikan ke RSI Masyitoh. Warga juga mengabarkan kejadian itu ke ibu korban,” kata Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Sukiyanto.
Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong. Dia dinyatakan meninggal saat sampai di RSI Masyitoh.
Sukiyanto mengatakan, korban diduga terpeleset saat bermain di sungai. Lalu tenggelam hingga terbawa arus.
“Karena memang korban masih kecil kan. Dia masih sekolah TK. Belum bisa berenang,” ujarnya.
Sukiyanto mengimbau agar kejadian itu tak sampai terulang. Dia pun meminta agar para orang tua tak membiarkan anaknya bermain di sekitaran sungai sendirian. (tom/hn)
Editor : Jawanto Arifin