Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Satpol PP Kabupaten Pasuruan Gelar Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadan, Sepuluh PSK Tretes Diamankan

Abdul Wahid • Minggu, 3 Maret 2024 | 17:50 WIB

 

TAK AKAN DITOLERIR: Sepuluh PSK yang diamankan dari Watuadem Tretes, Kecamatan Prigan, Kamis (29/2) dini hari langsung dikirim ke Balai PMKS Sidoarjo. 
TAK AKAN DITOLERIR: Sepuluh PSK yang diamankan dari Watuadem Tretes, Kecamatan Prigan, Kamis (29/2) dini hari langsung dikirim ke Balai PMKS Sidoarjo. 
 

 

 

 

BANGIL, Radar Bromo – Prostitusi terselubung masih saja marak di Kabupaten Pasuruan. Satpol PP Kabupaten Pasuruan pun menyisir kawasan Tretes, Kecamatan Prigen yang selama ini lekat dengan tempat pelacuran.

Mereka menggelar operasi cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan. Operasi itu dilangsungkan, Kamis (29/2) dini hari.

Hasilnya, petugas mengamankan 10 orang pekerja seks komersial (PSK) dari Watuadem Tretes di Prigen.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Nurul Huda mengatakan, operasi ini dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif.

Sekaligus menghormati umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Kami ingin menciptakan suasana yang kondusif dan menghormati umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Praktik prostitusi jelas meresahkan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, praktik prostitusi terselubung melanggar Perda Nomor 3/2017 tentang Penanggulangan Pelacuran di Kabupaten Pasuruan.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 10 orang PSK yang berasal dari berbagai daerah.

Antara lain tujuh orang dari Jawa Tengah, satu orang dari Jawa Barat, dan dua orang dari Lampung.

“Para PSK ini kami jaring di Watuadem Tretes, Kecamatan Prigen,” kata Huda.

Mereka pun digiring ke Mako Satpol PP di Raci, Kecamatan Bangil. Setelah didata, mereka dikirim ke  Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Sidoarjo untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Huda menegaskan, tindakan serupa akan semakin diintensifkan selama bulan Ramadan.

“Kami tidak akan mentolerir praktik prostitusi di Kabupaten Pasuruan. Kami harap masyarakat juga membantu dengan melaporkan apab ila mengetahui adanya praktik prostitusi di lingkungannya,” tegas Huda. (tom/hn)

Editor : Abdul Wahid
#satpol pp #amankan psk #operasi cipta kondisi