BANGIL, Radar Bromo - Ribuan abdi negara di lingkup Pemkab Pasuruan beraktivitas dengan penampilan yang sedikit berbeda.
Mulai Rabu (20/2), pegawai yang laki-laki memakai udeng. Sementara yang perempuan memakai syal batik khas Kabupaten Pasuruan. Busana ikonik itu menjadi 'seragam' ASN setiap hari Rabu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko menyebut, pemerintah menginginkan agar daerahnya semakin dikenal luas.
Salah satunya dengan memberlakukan penggunaan pakaian adat di kalangan ASN.
"Itu menjadi bagian dari regional branding yang saat ini dilakukan Pemkab Pasuruan," kata Yudha.
Menurutnya, memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan brand Kabupaten Pasuruan.
Di antaranya dengan memasyarakatkan busana khas. Ia mengatakan bahwa udeng merupakan ikat kepala yang kerap dipakai masyarakat suku Tengger.
Sasarannya jelas, agar warga Pasuruan sendiri semakin mengenal lebih jauh kekayaan budayanya.
"Di samping itu juga untuk memunculkan brand bagi masyarakat luas," ungkap Yudha.
Dipilihnya udeng Tengger sendiri bukan tanpa alasan. Yudha menyebut, Pasuruan selama ini menjadi salah satu daerah penyangga Gunung Bromo dengan mayoritas masyarakat Tengger.
Sehingga cukup masuk akal bila busana adat dari dataran tinggi itu dijadikan salah satu ikon.
"Sekaligus juga menjadi ajang promosi terhadap potensi yang dimiliki Kabupaten Pasuruan. Syukur-syukur potensi yang sengaja diangkat ini juga akan menarik peningkatan investasi," tambahnya.
Ia juga berharap penggunaan busana adat di kalangan birokrat itu direspons baik bagi masyarakat Tengger dan perajin batik. Terutama pelaku IKM yang memproduksi udeng dan syal batik.
"Tentu ini juga merupakan peluang ekonomi bagi pelaku IKM di sana," kata dia.
Lalu, kenapa ASN diharuskan memakai udeng dan kaweng hanya di hari Rabu? Menurut Yudha, tidak ada makna khusus terkait pemilihan hari. Yang jadi pertimbangan hanya soal kesesuaian dengan seragam yang dikenakan di hari itu.
"Kalau Kamis Jumat kan dari dulu sudah pakai peci. Sedangkan seragam yang cocok dikombinasikan dengan udeng dan syal itu hari Rabu. Nggak ada pertimbangan khusus, secara penampilan lebih match saja," pungkasnya. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin