BANGIL, Radar Bromo - Banyaknya lahan budi daya di sektor perikanan yang produktif.
tidak serta merta membuat Pemkab Pasuruan mematok target tinggi.
Buktinya, target produksi tahun in, diproyeksikan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Padahal, pada 2023 pemerintah memasang target 20.000 ton ikan dipanen, dari kolam-kolam budi daya yang tersebar di belasan Kecamatan.
Faktanya, hasil produksi para pembudidaya cukup melimpah hingga mencapai 23.000 ton dalam setahun.
Kepala Dinas perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah mengakui, sektor budi daya perikanan saat ini memang cukup menjanjikan.
Bahkan produktivitasnya dari tahun ke tahun terbilang meningkat.
Berdasarkan data terakhir, ada 17.000 pembudidaya. Dengan luasan lahan 4000 hektar budi daya air payau dan 500 hektar budi daya air tawar.
“Tetapi, dalam menentukan target produksi ini kami juga tidak bisa sembarangan, semua harus terukur,” bebernya.
Ia mengaku, optimistis hasil produksi para pembudidaya tahun ini tidak kalah dengan tahun sebelumnya.
Meski begitu, dinasnya juga tidak lantas memasang target di angka yang cukup tinggi.
Adapun kenaikan produksi diproyeksikan meningkat antara 1 hingga 1,5 persen.
“Perhitungannya tetap, kami dasarkan pada potensi yang ada. Dari kemampuan pembudidaya dan juga kapasitas lahan produksinya,” ungkap Alfi.
Disamping itu, dinasnya juga terus mendorong agar pembudidaya lebih terampil dalam mengelola lahan produksinya.
Tahun lalu, pendampingan yang dilakukan lebih banyak di lahan-lahan produksi lele dan rumput laut.
Termasuk kebun rumput laut yang ada di desa Pulokerto, Kecamatan Kraton. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin