BANGIL, Radar Bromo – Puluhan jalur perlintasan langsung (JPL) kereta api (KA) di Kabupaten Pasuruan belum dilengkapi palang pintu.
Parahnya, hanya sebagian saja yang saat ini dijaga sukarelawan. Sementara sisanya tanpa penjagaan sama sekali.
”Pembangunan palang pintu beserta pos jaganya sudah dimulai tahun lalu. Namun, memang dilakukan secara bertahap karena jumlahnya cukup banyak,” kata Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa.
Tahun lalu, sudah dibangun palang pintu di lima perlintasan sebidang. Dan tahun ini, pembangunan palang pintu dilanjutkan di 12 pos jaga kereta api.
Rencananya, pembangunan akan dilakukan sebelum pertengahan tahun di tahun ini.
”Kami sudah memetakan titik lokasi yang akan dibangun di tiga kecamatan. Yakni, di Bangil, Purwosari, dan Purwodadi,” ungkap Agus.
Di Bangil meliputi perlintasan sebidang di Kelurahan Pogar dan Dermo. Lalu, di Desa Latek, Masangan, dan Raci.
Selanjutnya, di Desa Sentul dan Parerejo, Kecamatan Purwodadi. Serta, tiga titik perlintasan sebidang di Desa Sengonagung dan Sekarmojo, Kecamatan Purwosari.
”Penentuannya sesuai dengan skala prioritas. Artinya, mana yang paling banyak dilintasi itu yang diutamakan,” kata dia.
Meski demikian, masih banyak perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu di Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan catatan Dishub Kabupaten Pasuruan, masih ada 70 JPL yang belum berpalang pintu.
Dari jumlah itu, baru 26 titik yang saat ini dijaga sukarelawan. Sisanya, 44 titik tanpa penjagaan.
Agus mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk membangun palang pintu di lokasi-lokasi lain.
Mengingat keberadaan palang pintu cukup penting untuk meminimalisasi kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang.
”Yang jelas, tetap menyesuaikan keuangan daerah juga,” ujarnya. (tom/hn)
Editor : Achmad Syaifudin