BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Air sungai Petung di Pasuruan yang meluap juga menganggu lintasan kereta api (KA) di Buk Wedi.
Lintasan KA yang ada di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan itu jadi dipenuhi material lumpur, Rabu (7/2).
Pantauan jawapos.radarbromo.com, setelah banjir di sungai Petung, lumpur masih melekat di lintasan KA.
Bahkan, material sampah masih di sana. Ada tumpukan sampah dan batang kayu berdiameter 30 sentimeter, sepanjang 1,5 meter di perlintasan KA.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun memberikan perhatian serius pada dengan keselamatan perjalanan kereta api.
Salah satunya dengan melakukan upaya peningkatan pengawasan pada daerah pantauan khusus yang berpotensi bisa menyebabkan terganggunya perjalanan kereta api.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, seiring dengan meningkatnya curah hujan di Pasuruan, KAI melakukan pantauan di sana khusus.
Pantauan khusus dilakukan pada jembatan KA nomor 298 pada Km 65+9/0 yang berada di petak jalan Stasiun Pasuruan – Stasiun Rejoso.
“Pada saat hujan deras, air sungai di bawah jembatan Buk Wedi sering naik debitnya. Ketinggiannya bisa menyentuh rel kereta api. Karena itu, kami pantau secara khusus,” katanya.
Dari hasil pantauan yang dilakukan KAI menurut Cahyo, debit air yang meningkat cepat turun.
Untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api, KAI menurunkan kendaraan pemeriksa jalur (KPJ). Tujuannya untuk memantau kondisi jalur kereta api pada waktu-waktu tertentu.
Selain itu juga dilakukan pemeriksaan mendetail oleh tim jalan rel untuk mengetahui secara langsung kondisi jembatan kereta api tersebut.
“Sedimen yang ada di sekitar jembatan sebetulnya sudah cukup sering dibersihkan oleh petugas kami. Tapi, saat debit air bertambah maka sampah yang ada di aliran tersebut ikut terbawa,” terang Cahyo.
Pada saat air sungai mulai surut atau debitnya turun, petugas KAI akan langsung membersihkan sampah yang terbawa arus di jembatan kereta api.
Sehingga saat debit sungai kembali bertambah, airnya bisa mengalir dan tidak menggenang serta tidak mengganggu jalur kereta api.
“KAI terus berkomitmen untuk menghadirkan transportasi kereta api yang aman, nyaman dan selamat sampai tujuan” tutup Cahyo.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, sedimen yang menyangkut ke jembatan ada hubungannya dengan lubang jembatan yang sempit.
Menurutnya, lubang jembatan menjadi sempit karena sedimen di sungai makin tebal.
“Balok dasar jembatan hanya beberapa sentimeter jaraknya ke dasar sungai,” ujarnya.
Karenanya, pihaknya sudah mengajukan peninggian jembatan Buk Wedi. Informasinya desain peninggian sudah dibuatkan oleh Balai Besar. Pengajuannya adalah ketinggian jembatan setara dengan jembatan rel KA. (zen/hn)
Editor : Achmad Syaifudin