BANGIL, Radar Bromo - Potensi pendapatan daerah dari sektor wisata di Kabupaten Pasuruan, diproyeksikan meningkat.
Kenaikan tersebut tak lepas, dari penerapan tarif baru.
Hal ini, membuat Pemkab Pasuruan lebih pede. Target PAD bisa melesat jauh.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengungkapkan, target pendapatan dari sektor wisata tahun ini memang lebih besar.
Angkanya dinaikkan dari tahun lalu yang hanya sekitar Rp650 juta, menjadi Rp700 juta.
Kenaikan target pendapatan itu sendiri bukan karena ada penambahan obiek wisata.
“Pemerintah tetap mengandalkan tiga sektor wisata unggulan, Gunung Bromo, Ranu Grati dan Banyubiru,” ungkap dia.
Namun, dia menjelaskan, besaran pendapatan yang diproyeksikan cukup realistis.
Mengingat pemerintah menetapkan tarif baru tiket masuk pemandian Banyubiru dan Ranu Grati. Kebijakan itu berlaku per 1 Januari lalu.
“Karena penyesuaian tarif baru itulah, kami meningkatkan target pendapatan di angka yang cukup rasional,” bebernya.
Kenaikan tarif masuk dua destinasi wisata yang dikelola pemerintah itu, diancang-ancang bisa menambah pundi PAD.
Kebijakan itu sendiri diatur dalam Perda 3/2023. Tiket masuk Banyubiru yang sebelumnya seharga Rp5.000, kini menjadi Rp10.000 per orang.
Begitu juga dengan tiket masuk Ranu Grati, yang sebelumnya Rp2.500, kini menjadi Rp5.000 per orang.
“Kami cukup optimistis target tahun ini bisa tercapai. Kenaikan tarif tentu didasarkan kajian-kajian sebelum akhirnya ditetapkan menjadi sebuah kebijakan,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Abdul Wahid