BANGIL, Radar Bromo – Produktifitas budi daya ikan di Kabupaten Pasuruan semakin menjanjikan.
Metode baru yang mulai diterapkan sebagian pembudidaya buktinya cukup efektif.
Sehingga capaian produksi dalam setahun bisa melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alfi Khasanah mengungkapkan, sebanyak 23 ribu ton ikan dipanen sepanjang masa produksi 2023.
Capaian produksi tersebut dinilainya cukup melimpah. Sebab tahun lalu pemerintah sebenarnya hanya menargetkan 20 ribu ton ikan budidaya.
Hasil tersebut didapat dari 19 kecamatan yang memiliki lahan produksi. Kecuali beberapa wilayah dataran tinggi seperti Pasrepan, Lumbang, Pospo, Tosari dan Tutur.
”Daerah dengan cuaca dingin memang tidak cukup mendukung untuk budidaya ikan,” kata Alfi.
Meski begitu, dinasnya mengoptimalkan budi daya ikan di lokasi yang sudah ada.
Terutama budi daya air tawar yang kebanyakan membudidayakan ikan lele.
Menurut Alfi, sebagian besar pembudidaya sekarang sudah menerapkan metode budi daya yang lebih praktis.
”Terutama pemberian pakan yang sekarang lebih terukur. Jenis pakannya tidak lagi asal-asalan supaya hasil panennya sebanding dengan benih yang ditebar,” beber Alfi.
Dengan begitu, masa panen bisa dipercepat. Biasanya, perlu waktu tiga bulan untuk memasuki masa panen.
Sekarang bisa dipersingkat menjadi 40 hari. ”Jadi yang biasanya dalam setahun hanya empat kali masa panen sekarang bisa delapan sampai sembilan masa panen,” ungkap Alfi.
Bahkan beberapa kolam budi daya di Bangil dan Gempol kini menjadi pilot projects. Itu lantaran ikan yang dipanen jumlahnya Sama persis dengan benih yang ditebar.
Artinya hasil panennya menunjukkan nol kematian. Kondisi itu menurut Alfi lantaran para pembudidaya di dua Kecamatan tersebut sudah menggunakan probiotik.
”Dan memang penggunaan probiotik cukup efektif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit selama masa produksi,” bebernya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid