Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Empat Jenazah Jemaah Ziarah Wali Lima Ini Dimakamkan di Dua Liang Lahat, Seperti apa?

Rizal Syatori • Senin, 29 Januari 2024 | 15:30 WIB

 

DIMAKAMKAM BERSAMA: Empat jenazah jemaah ziarah wali lima yang meninggal dimakaman di dua liang lahat, Minggu (28/1) pagi di TPU Dusun Jetak, Desa Karangjati, Pa
DIMAKAMKAM BERSAMA: Empat jenazah jemaah ziarah wali lima yang meninggal dimakaman di dua liang lahat, Minggu (28/1) pagi di TPU Dusun Jetak, Desa Karangjati, Pa

PANDAAN, Radar Bromo - Empat jemaah ziarah Wali Lima Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tiba di rumah duka, Minggu (28/1). 

Empat korban tiba dengan dibawa empat ambulans dari rumah sakit yang berbeda asal Gresik. 

Begitu ambulans tiba di rumah duka, suara tangisan spontan terdengar. Tangisan pun makin keras terdengar saat jenazah dikeluarkan dari ambulans masing-masing.

“Korban meninggal ada lima orang dan empat di antaranya warga desa kami. Lima ambulans dari Gresik berangkat beriringan membawa jasad korban,” terang Kades Karangjati Kuyatip.

Rombongan yang terdiri dari lima ambulans berangkat dari Gresik sekitar pukul 09.00. Dan, tiba di Jetak sekitar pukul 10.00. 

Empat ambulans lantas masuk ke RT 04/RW 09 Dusun Jetak, Desa Karangjati, Pandaan. Sedangkan satu ambulans lagi lurus menuju Dusun Sentir, Desa Wedoroh, Pandaan.

Sebelum dimakamkan, jasad para korban disalatkan di masjid Dusun Jetak. Setelah itu, langsung dibawa ke TPU Dusun Jetak. Jaraknya sekitar 400 meter dari rumah duka.  

Empat jenazah dibawa beriringan di bawah gerimis menuju TPU. Diiringi isak tangis warga yang melepas jenazah dan yang mengantar ke TPU. 

Para jenazah itu lantas dimakamkan di dua liang lahat. 

Anik, 55 dan Auliyah Mahfiroh Rahmadani, 17, yang merupakan ibu dan anak dimakamkan di satu liang lahat. 

Lalu, Noman Alif Agustiyayah, 28 dan Utanta Ihza Mahendra, 17, yang merupakan kakak beradik, juga dimakamkan di satu liang lahat. 

Jelang Duhur sekitar pukul 11.30, proses pemakaman tuntas. 

KENANGAN: Rombongan ziarah wali lima asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Foto bareng sebelum berangkat.
KENANGAN: Rombongan ziarah wali lima asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Foto bareng sebelum berangkat.

“Korban ibu dan anak dimakamkan jadi satu. Demikian juga korban kakak dan adik dimakamkan jadi satu. Jadi hanya ada dua liang lahat,” ujar Sugeng Cahyono, 49, warga setempat sekaligus relawan kematian Dusun Jetak.

Sementara, jenazah Kasmini, 63, juga langsung dimakamkan setibanya di rumah duka. Korban dimakamkan di TPU Dusun Sentir. 

“Korban ini warga desa kami, dimakamkan sekitar pukul 10.00 di TPU Dusun Sentir. Jenazahnya langsung dimakamkan beberapa menit setelah sampai di rumah duka,” tutur Kades Wedoro Jupri.

Seperti diketahui, perjalanan pulang rombongan ziarah Wali Lima warga Dusun Jetakberubah duka. Bus yang mereka tumpangi menabrak sebuah truk. Lima orang pun meninggal.

Korban meninggal yaitu Anik, 55 dan Auliyah Mahfiroh Rahmadani, 17. Keduanya merupakan ibu dan anak. 

Dua lagi yaitu Norman Alif Agustiyayah, 28 dan Utanta Ihza Mahendra, 17. Keduanya merupakan kakak beradik. Mereka berempat warga satu kampung di Dusun Jetak, RT 04/RW 09, Desa Karangjati, Pandaan. 

Lalu, satu lagi korban meninggal yaitu Kasmini, 63, Dusun Sentir, RT 2/RW 4, Desa Wedoro, Pandaan. Kasmini adalah satu-satunya peserta ziarah Wali Lima yang berasal dari luar Dusun Jetak. 

Mereka yang meninggal ini semuanya duduk di deratan kursi sebelah kanan atau di belakang sopir.  (zal/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#jemaah dusun jetak #kecelakaan bus jamaah #desa karangjati #kecamatan pandaan #ziarah wali