BANGIL, Radar Bromo-Pemanfaatan gedung perpustakaan daerah (Perpusda) di lahan eks RSUD Bangil, dipertanyakan. Betapa tidak, sudah lama dibangun, namun tak kunjung difungsikan.
Padahal, biaya pembangunannya tidaklah murah. Mencapai miliaran rupiah. Namun, gedung tersebut dibiarkan nganggur sekitar setahun terakhir.
Sorotan pun bermunculan. Seperti yang datang dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Zakaria. Menurutnya, pemanfaatan gedung Perpustakaan Daerah itu harusnya bisa segera dilakukan. Agar pendiriannya tidak terkesan sia-sia.
"Sudah lebih dari setahun dibangun. Tapi, tak kunjung difungsikan. Kan sayang," jelasnya.
Ia berharap, Pemkab Pasuruan segera memanfaatkan gedung tersebut. Supaya, gedung baru itu tak terabaikan keberadaannya. "Harusnya bisa segera difungsikan," pintanya.
Pj Bupati Pasuruan Andriyanto mengakui, bahwa pemanfaatan bangunan yang sudah berdiri itu perlu segera dilakukan. Lantaran itu, pihaknya bakal segera mengoperasikan gedung perpustakaan tersebut.
Supaya, pendiriannya tidak sia-sia. "Memang kami merencanakan untuk bisa segera mengoperasikan," sampainya.
Ia menambahkan, sarana dan prasarana penujang bakal segera disiapkan. Sehingga, bisa ditempatkan di ruang perpustakaan baru itu. "Buku-buku sudah disiapkan. Sarana dan prasarana penunjang, bakal disiapkan. Segera akan difungsikan," sambung dia.
Seperti yang diketahui, Pemkab Pasuruan membangun perpustakaan daerah senilai Rp 2 miliar. Bangunan tersebut rampung direalisasikan 2022 lalu. Namun sayang, sampai sejauh ini, gedung itu tak kunjung difungsikan. (one/mie)
Editor : Ronald Fernando