Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengasuh Meninggal, Konflik Internal Ponpes Al Ikhlas Rembang Berujung Laporan Polisi  

Iwan Andrik • Jumat, 29 Desember 2023 | 18:15 WIB

 

Pengasuh Meninggal, Konflik Internal Ponpes Al Ikhlas Rembang Berujung Laporan Polisi.
Pengasuh Meninggal, Konflik Internal Ponpes Al Ikhlas Rembang Berujung Laporan Polisi.

REMBANG, Radar Bromo–Internal Ponpes Al-Ikhlas di Ketapan, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan memanas. “Rebutan” kepengurusan ponpes tersebut, berujung pada jalur hukum.

          Pembina Ponpes Al-Ikhlas Abdullah melaporkan adik dari pengasuh ponpes setempat, Gus Sulaiman. Laporan itu dilayangkan atas dugaan pemalsuan kop surat yang dialamatkan kepada Gus Sulaiman.

          Menurut Abdullah, saat mendampingi Pembina Utama Ponpes Al-Ikhlas KH. Makhrus, persoalan itu muncul ketika Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas H. Mukhlas Syarif meninggal dunia, 14 April 2023 lalu. Sejak sepeninggalan almarhum, Gus Sulaiman dinilai seolah “menguasai” ponpes setempat.

          Padahal, pihak pewaris dari ponpes setempat, disebutkan harusnya adalah istri H. Mukhlas, Hj. Nova Auliyatul Faizah. Namun, Gus Sulaiman dinilai seolah-olah menjadi pengasuh. Ia mengambil alih kepemimpinan pondok.

          Bahkan, berani menempati Gus House yang ada di Ponpes setempat. “Padahal, yang bersangkutan dulunya hanya diminta untuk membantu di ponpes ini. Tapi, ketika Gus Mukhlas meninggal, seolah-olah mengambil alih semuanya,” ujarnya.

          Menurut Abdullah, gelagat itu sejatinya sudah muncul sejak Gus Mukhlas sakit. Sulaiman yang memang adik Gus Mukhlas, disebut sempat membeberkan kalau dirinyalah yang nantinya akan meneruskan pondok pesantren setempat, bila almarhum nantinya meninggal.

          Hal itu sempat didengar oleh Gus Mukhlas. Bahkan, Gus Mukhlas sempat marah. Karena ia memandang, pewaris dari ponpes itu adalah istri dan anaknya.

          Rupanya, ketika Gus Mukhlas meninggal, kekhawatiran itu terjadi. Sulaiman, disebut menguasai 50 stempel ponpes setempat, yang diklaim tanpa izin dari pengurus.

          Pihaknya juga kemudian berusaha mengubah akta pengurusan yayasan. Meski akhirnya gagal dilakukan. Bahkan, Sulaiman dituding merekrut “preman” untuk dijadikan petugas keamanan di wilayah setempat.

Hal inilah yang akhirnya memicu persoalan. Karena ditengarai, perekrutan itu memakai kop surat palsu.  “Dia bukan pengasuh yayasan. Tapi, memanfaatkan kop surat yayasan dan menandatanganinya. Itu yang membuat kami melakukan pelaporan,” paparnya.

          Abdullah mengaku, saat ini pihaknya melaporkan dugaan pemalsuan surat yang dilakukan Sulaiman. Laporan itu, dilayangkannya Rabu (27/12) ke Mapolres Pasuruan. “Kami harap, pihak kepolisian memproses perkara ini,” tukasnya.  

Gus Sulaiman Tepis Tudingan Pemalsuan

 LAPORAN soal dugaan pemalsuan kop surat yang dialamatkan kepada Gus Sulaiman kini telah masuk ke meja kepolisian. Polisi pun kini melakukan penyelidikan.

          KBO Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Sunarti mengaku, laporan tersebut sudah diterimanya. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran hukum yang dilakukan. “Masih kami lakukan penyelidikan,” ujarnya.

          Di sisi lain, Gus Sulaiman menegaskan, tudingan kalau dirinya melakukan pemalsuan kop surat tidaklah benar alias hoaks. Karena bagaimanapun, ia merupakan pengasuh dari ponpes setempat.

          Hal itu didasari atas akta pendirian ponpes yang juga tertera namanya. Serta, bukti kepemilikan tanah. “Itu (tudingan laporan pemalsuan) hoaks,” tegasnya.

“Ini surat-surat tanah podok atas nama saya. Sudah jangan dihiraukan. Saya sebagai pengasuh dan nadzir atau pemilik tanah di Pondok Al Ikhlas,” tegasnya. (one/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#laporan polisi #Ponpes Al Ikhlas