Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Amankan 7 Mbak-mbak Tretes saat Razia, Mayoritas asalnya Jawa Barat-Jateng

Iwan Andrik • Sabtu, 16 Desember 2023 | 15:00 WIB
DIDATA: Kasatpol PP Nurul Huda saat memberikan pembinaan kepada para PSK.
DIDATA: Kasatpol PP Nurul Huda saat memberikan pembinaan kepada para PSK.

BANGIL, Radar BromoKawasan mesum di wilayah Prigen, diobrak Satpol PP Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 7 orang perempuan yang diduga PSK diciduk. Mereka diamankan dari sebuah wisma yang ada di Watuagdem, Prigen.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Sulhi menguraikan, razia tersebut dilakukan sebagai bentuk cipta kondisi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Hal ini juga dalam rangka penegakan Perda nomor 3 tahun 2017 tentang Penanggulangan Pelacuran di Kabupaten Pasuruan.

“Tidak hanya semata-mata menghadapi natal dan tahun baru. Karena operasi yang kami lakukan, bisa sewaktu-waktu,” ungkap Sulhi saat mendampingi Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda.

Menurut Sulhi, giat razia tersebut, dilangsungkan Kamis malam (14/12).

Sekitar pukul 21.30, petugas bergerak melakukan penyisiran. Sebanyak kurang lebih 25 personil dikerahkan dalam operasi ini.

Satu persatu wisma diperiksa. Hingga petugas mendapati salah satu wisma yang menyediakan mbak-mbak untuk “disewa”. Setidaknya, ada tujuh PSK yang akhirnya diamankan.

“Mereka rata-rata berasal dari Jawa Barat dan Jateng. Seperti Brebes, Cianjur dan daerah di Jawa Barat lainnya,” timpalnya.

MBLUSUK GANG: Petugas saat mengamankan PSK di Tretes, Prigen.
MBLUSUK GANG: Petugas saat mengamankan PSK di Tretes, Prigen.

Para PSK itupun, kemudian diangkut menggunakan truk Satpol PP untuk dibawa ke Mako yang ada di Raci, Kecamatan Bangil.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Tak hanya identitas, tetapi juga pemeriksaan kesehatan.

Dalam pemeriksaan itu, diketahui kalau mereka memiliki tarif Rp 600 ribu untuk sekali kencan.

Mereka bisa melayani lebih dari satu orang dalam semalam.

“Selain pemeriksaan identitas kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, mereka semua negatif HIV AIDS,” jelasnya.

Para PSK itu, kata Sulhi, selanjutnya akan digiring ke Dinsos Kabupaten Pasuruan. Di sana, mereka akan diberi pembinaan. (one/fun)

Editor : Ronald Fernando
#razia psk