BANGIL, Radar Bromo - Suasana tenang gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/11), mendadak berubah jadi tegang.
Itu, menyusul ambrolnya plafon di kantor yang terletak di Desa Raci, Kecamatan Bangil, tersebut.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.00. Cuaca saat itu padahal sedang cerah.
Tak ada angin maupun hujan. Saat plafon dewan ambrol, kantor dewan sedang lengang. Tiba-tiba, atap plafon di bagian lobi depan ambrol.
Suara teriakan sempat gaduh. Lantaran dibuang kaget. Untungnya, tidak ada orang di bagian bawahnya. Sehingga, tak sampai memicu korban.
"Saya pas duduk-duduk di bagian depan. Tiba-tiba, bruaak.. atapnya ambrol. Untungnya tidak mengenai saya," aku Aziz, salah satu pengunjung kantor DPRD Kabupaten Pasuruan.
Sontak, ambrolnya plafon tersebut menyita perhatian legislatif. Betapa tidak, kejadian itu jelas membahayakan pengunjung yang datang ke kantor dewan.
Apalagi, tidak sedikit tamu yang datang ke kantor dewan. Sorotan itu seperti yang terlontar dari Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Hatta Rifki.
Menurut Hatta Rifki, banyak pembangunan yang dilakukan di kantor dewan. Sayangnya, tidak menyentuh bagian vital.
"Buktinya, atap yang sudah rusak lama, dibiarkan. Sampai akhirnya ambrol. Beruntung tidak sampai ada korban. Kalau mengenai tamu atau pengunjung kantor dewan, bagaimana? Siapa yang akan bertanggung jawab," ujarnya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, atap plafon gedung DPRD Kabupaten Pasuruan memang memprihatinkan. Atap tersebut bolong karena rusak.
Kerusakannya pun sementara ditangani dengan cara darurat. Yakni, dipasangi terpal. Namun, tiba-tiba, atap di kantor dewan tersebut ambrol kemarin.
Beruntung, tidak sampai ada korban. Karena kantor dewan sedang lengang waktu itu.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menguraikan, kerusakan atap plafon itu sebenarnya sudah diusulkan tahun 2023 ini.
Namun, karena belum ada ketersediaan anggarannya, sehingga ditunda. Ia menambahkan, bakal mengupayakan pembenahannya tahun depan.
Menurut Dion–sapaan akrab Sudiono Fauzan–setidaknya anggaran Rp 4,5 miliar dibutuhkan untuk merehab total atap tersebut.
"Atap tersebut direalisasikan bersama pembangunan gedung ini. Sudah sekitar 20 tahun lamanya dibangun. Sehingga, kayunya memang rapuh,” jelas Dion.
“Butuh penanganan dan kami akan upayakan tahun depan. Mudah-mudahan tidak sampai ada yang kejatuhan. Kami sarankan, baca salawat saat masuk kantor dewan," beber dia. (one/mie)
Memang Sudah Tak Kokoh Lagi
- Langit-langit kantor DPRD yang ambrol, dibangun bersamaan gedung dewan. Sudah sekitar 20 tahunan.
- Ambrolnya plafon gedung dewan sudah diprediksi. Itu terlihat dari dipasangnya terpal untuk mengantisipasi ambrolnya plafon. Tapi, di sisi depan, luput pemasangan terpal.
- Perbaikan atap dewan sudah diusulkan di 2023, namun urung karena keterbatasan anggaran.
- Ketua dewan menyebut, butuh anggaran sekitar Rp 4,5 M untuk perbaikan gedung dewan.