BANGIL, Radar Bromo-Sederet keluhan pedagang Pasar Gondanglegi, Kecamatan Beji, jadi perhatian Pj Bupati Pasuruan Andriyanto. Ia mengaku, sudah mempelajari persoalan polemik pasar tersebut.
Menurut Andriyanto, rencana relokasi pasar tersebut, salah satunya dipengaruhi faktor keamanan. Karena, pasar berdekatan dengan jalan raya. Posisinya lebih rendah jika dibanding jalan raya.
Apalagi, pasca kebakaran. Bekas-bekas kebakaran itu bisa berbahaya bagi pedagang ataupun pembeli yang datang.
Meski begitu, hal tersebut bukan tanpa solusi. "Kami akan utus BPBD untuk melihat faktor keamanannya. Untuk kemudian dilakukan penanganan. Misalnya pembersihan puing-puing atau yang lainnya" kata Andriyanto.
Ia menegaskan, untuk 2024 mendatang, Pasar Gondanglegi memang tidak masuk prioritas pembangunan. Sehingga, untuk pembangunan pasar setempat, belum bisa dilakukan.
Hanya saja, pembersihan dan sedikit renovasi akan dilakukan. Entah itu dengan pengecatan. Supaya kesan kumuh tidak lagi tampak di pasar setempat.
"Kalau pembangunan memang belum bisa. Tapi, untuk pembersihan sisa kebakaran, akan kami upayakan. Termasuk dengan pengecatan,” katanya.
“Sedikit renovasi juga bisa dilakukan, misalnya dengan penyediaan sarana yang lebih aman. Pemasangan pagar atau yang lainnya, akan diupayakan," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pasar Gondanglegi terbakar. Akibatnya, puluhan kios Pasar Gondanglegi hangus. Kebakaran itu berlangsung Kamis dini hari (30/3).
Sesuai pendataan ulang yang dilakukan Paguyuban Pasar Gondanglegi, ada kurang lebih 25 kios pedagang yang hangus terbakar di pasar setempat.
Kebakaran itu pun memicu spekulasi. Ada yang menyebut korsleting listrik. Namun, ada pula yang menyebut sengaja dibakar.
Imbas kebakaran itu, pedagang memilih untuk membuat stan dadakan. Mereka memilih bertahan karena di pasar itulah mereka bisa berjualan. Meski sempat diarahkan untuk menempati Pasar Cangkringmalan, mereka enggan.
Alasannya, pasar baru cenderung sepi dari pembeli. Para pedagang pun berharap agar Pasar Gondanglegi dibangun kembali.
Para pedagang pun mendatangi Pemkab Pasuruan. Mereka meminta, pasar diperbaiki usai terbakar di awal tahun lalu. Sebab, kondisinya kian tak layak.
Kondisi pasar usai terbakar memang cukup semrawut. Sisa kebakaran masih belum benar-benar dibersihkan. Hal itu disebut-sebut membuat warga enggan belanja di pasar setempat. (one/mie)
Ironi Pasar Gondanglegi
======================
-Sudah lama Pemkab Pasuruan berencana merelokasi.
-Kondisi pasar dinilai kurang representatif karena lebih rendah dari jalan raya
-Pedagang enggan direlokasi karena di tempat baru lebih sepi
-Pada 30 Maret lalu, pasar terbakar hebat.
-Dari 87 kios, 25 kios pedagang terbakar
-Kondisi usai terbakar kian semrawut, namun pedagang tetap bertahan
Editor : Ronald Fernando