Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelajar SMAN 1 Bangil dan Taruna Madani Demo, Sekolah Bayar Mahal Fasilitas Minim, Minta Kasek Mundur

Iwan Andrik • Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:34 WIB
PROTES: Pelajar SMAN 1 Bangil saat menggelar unjuk rasa di halaman sekolahnya memprotes kebijakan dan fasilitas sekolah, Senin (30/10).
PROTES: Pelajar SMAN 1 Bangil saat menggelar unjuk rasa di halaman sekolahnya memprotes kebijakan dan fasilitas sekolah, Senin (30/10).

BANGIL, Radar Bromo - Bukan di jalan raya. Aksi unjuk rasa oleh lebih dari seribu pelajar dilakukan di SMAN 1 Bangil. Mereka mengeluhkan bobroknya fasilitas di sekolah setempat.

Unjuk rasa itu dilangsungkan Senin (30/10) pagi. Tuntutan mereka satu. Mendesak agar kepala sekolah mundur dari jabatannya.

Aksi demonstrasi itu dilakukan dengan membentangkan berbagai poster kritikan. Ada yang bertuliskan, makanan 4 sehat, 1 kecoa; pembayaran elit fasilitas sulit; jangan keluarkan siswa, keluarkan saja Pak Kepala Sekolah; korupsi kok terang-terangan. Dan sederet poster lainnya.

Demontrasi itu berlangsung dua kali. Semula, pelajar SMAN Taruna Madani yang berunjuk rasa. Mereka mengeluhkan fasilitas sekolah. Termasuk makanan katering yang mereka dapatkan, kerap sudah basi.

Bahkan, disebut-sebut ada binatangnya. Mulai dari kecoa hingga ulat atau set. Belum lagi fasilitas air dan berbagai sarana lainnya.

Padahal, biaya sekolah di SMA Taruna Madani tidaklah murah. Untuk biaya masuk mencapai kisaran Rp 20 juta. Sementara, uang SPP mencapai Rp 2,5 juta.

Mahalnya biaya tersebut, ternyata tak sebanding dengan fasilitas yang didapat siswa. Air sering macet. Selain itu, sarana asrama yang dijanjikan tidak seperti harapan. Hal inilah yang membuat kalangan siswa mencurigai ada korupsi di sekolah setempat.

Aksi demonstrasi itu berlangsung di tengah upacara dalam peringatan Sumpah Pemuda. Para pelajar berhasil ditenangkan setelah Kepala SMAN 1 Taruna Madani yang juga SMAN 1 Bangil Imron Rosidi buka suara. Termasuk meminta penjelasan berkaitan dengan korupsi yang dituduhkan.

“Kalau dianggap korupsi, mana yang dianggap korupsi. Silakan tunjukkan. Karena tidak ada korupsi yang dilakukan,” ungkap Imron Rosidi di hadapan para siswanya saat upacara berlangsung.

Aksi demonstrasi itu berakhir, setelah penjelasan dari pihak kepala sekolah. Rangkaian kegiatan Sumpah Pemuda lantas dilanjutkan dengan beberapa pertunjukan sampai upacara itu berakhir.

Namun, ternyata aksi demonstrasi lanjutan terjadi. Kali ini, giliran siswa SMAN 1 Bangil atau siswa regular yang berunjuk rasa di depan kantor sekolah. Lebih dari seribu siswa berdemo. Tuntutan mereka sama. Menuntut Kepala Sekolah Imron Rosidi turun dari jabatannya.

“Kami selama ini diam dengan kebijakan-kebijakan yang ada. Tapi, kami sudah tidak betah. Makanya, kami unjuk rasa ini,” kata salah satu siswa.

Menurut siswa tersebut, aksi demonstrasi itu dilakukan oleh siswa SMAN 1 Taruna Madani dan SMAN 1 Bangil. Mereka melakukan aksi unjuk rasa lantaran banyaknya kebijakan yang dianggap memberatkan.

Pelajar regular atau siswa di SMAN 1 Bangil tersebut mengungkapkan, mereka harus membayar Rp 120 ribu–Rp 180 ribu per bulan. Biaya itu merupakan SPP berkedok infak yang harus dibayarkan siswa.

Kenyataannya, fasilitas yang disediakan tidak sesuai ekspektasi. Air wastafel atau air di kamar mandi misalnya, sering mati. Lalu, wifi lemot dan membuat tak nyaman dalam pembelajaran.

Belum lagi, soal ekstrakurikuler yang harus merogoh kocek sendiri. Tidak ada support dari sekolah ketika siswa akan mengikuti lomba.

“Semua ekstrakurikuler demikian. Harus mencari sumbangan keluar sekolah untuk ikut lomba. Seperti ekstra robotic. Kami kesulitan mendapatkan sponsor, akhirnya harus merogoh duit sendiri. Padahal, di sekolah lain seperti MAN 1 Pasuruan, didanai sekolahnya. Kami yang membawa nama sekolah tidak mendapat dukungan anggaran dari sekolah,” jelasnya.

Kepala SMAN 1 Bangil yang juga Kepala SMAN 1 Taruna Madani Imron Rosidi enggan memberikan komentar. Ia beralasan, tidak berkenan memberikan konfirmasi. Hal itu disampaikannya melalui sekuriti.

“Mohon maaf, Pak Kepala Sekolah tidak berkenan,” kata Nani, salah satu sekuriti sekolah setempat.

Sementara itu, Humas SMAN 1 Bangil Aji Abdul Rohman mengakui adanya aksi demonstrasi tersebut. Unjuk rasa itu benar-benar membuat terkejut guru dan kepala sekolah. Mereka tidak menyangka akan ada aksi itu.

Semula, unjuk rasa itu hanya dikira bagian dari treatrikal atau pertunjukan di tengah kegiatan Sumpah Pemuda. Namun tidak disangka, ternyata memang unjuk rasa beneran.

“Kami semua benar-benar kaget. Karena semula mengira hanya drama. Ada orasi-orasi yang dikira hanya bagian dari drama. Ternyata, memang aksi unjuk rasa sesungguhnya,” ungkap dia.

Dalam unjuk rasa itu, diakuinya ada beberapa hal yang menjadi tuntutan siswa. Mulai dari sarana dan prasarana yang jauh dari harapan, makanan yang dianggap tak sesuai, hingga menuntut kepala sekolah turun dari jabatannya.

Menurut Aji, semua itu sudah dicatat dan ditampung. Untuk kemudian dirapatkan di internal. Juga akan disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

“Kalau tudingan korupsi, dijelaskan Pak Imron tadi, korupsi yang mana? Tidak ada. Intinya, apa yang menjadi unek-unek anak-anak, sudah kami catat dan akan kami rapatkan untuk kemudian diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” beber dia. (one/hn)

 

Hal yang dikeluhkan pelajar

Editor : Jawanto Arifin
#SMAN 1 Bangil #siswa unjuk rasa #sma taruna madani #demo sekolah