Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setahun Plengsengan Sungai Kalianyar Bangil Ambrol Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Waswas

Iwan Andrik • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 21:55 WIB
HANYA DITUTUP TERPAL: Warga dan pihak Kelurahan Kalianyar saat meninjau Tanggul Kedunglarangan yang ambrol.
HANYA DITUTUP TERPAL: Warga dan pihak Kelurahan Kalianyar saat meninjau Tanggul Kedunglarangan yang ambrol.

BANGIL, Radar Bromo - Sudah berbulan-bulan plengsengan di wilayah Tugusari dan Kalisari, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, ambrol. Namun, sejauh ini belum ada penanganan yang optimal. Kondisi itu dikeluhkan warga.

Sebab, tanggul setempat menjadi pembatas antara Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dengan permukiman warga. Lebarnya hanya 3 meter sampai 4 meter.

"Kami sangat khawatir karena tak kunjung ada pembenahan. Apalagi, sudah mendekati musim hujan," kata Main, 76, warga Kalianyar, Kecamatan Bangil.

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Guyub Rukun Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kuswandi mengungkapkan, rusaknya plengsengan Kedunglarangan sudah berlangsung lebih dari setahun. Kondisi itu dipicu tergerusnya plengsengan tersebut oleh air sungai.

"Plengsengannya merupakan bangunan lama. Tergerus air dan akhirnya ambrol sekitar pertengahan tahun 2022 lalu" ungkap dia.

Ia menambahkan, ambrolnya plengsengan Kedunglarangan terjadi di lingkungan Kalisari dan Tugusari. Untuk Kalisari, panjang plengsengan yang rusak mencapai kisaran 30 meter. Dengan kondisi plengsengan yang mengalami retakan hingga 150 meter. Tingginya mencapai 10 meter.

Sementara di Tugusari, panjang plengsengan yang rusak sekitar 40 meter. "Plengsengan tersebut berlubang," tambahnya.

Sementara ini, baru dilakukan penanganan darurat. Belum maksimal. Hanya ditutupi terpal. Serta ditahan dengan besek dan sandbag. Namun, karena faktor usia, kondisinya kembali rusak. Perlu penanganan segera.

"Kami harap ada penanganan. Kalau dibutuhkan tenaga untuk gotong royong, kami siap melakukannya," jelasnya.

Lurah Kalianyar, Kecamatan Bangil, Lutfiati mengaku, ada bantuan seribu sandbag dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Sementara, kebutuhannya sebanyak 3 ribu sandbag.

Karenanya, ia berharap ada tambahan. "Selain itu, juga butuh tambahan material lain. Seperti besek dan bongkotan bambu untuk penanganan darurat," ujarnya.

Ia berharap agar ada penanganan segera. Sebelum musim hujan tiba. Karena kerusakan tanggul tersebut, diakuinya, mengancam warga.

"Memang dekat permukiman. Selain itu, banyak tambak warga juga. Ini akan mengancam keselamatan dan ekonomi warga, bila tak ditangani segera," sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo mendorong Pemkab Pasuruan agar segera melakukan penanganan sebelum musim hujan tiba. "Sementara bisa dilakukan penanganan darurat. Sebelum nantinya dibronjong. Agar warga tak waswas," sampainya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengaku, bakal berkoordinasi dengan dinas teknis untuk langkah yang akan dilakukan. "Kami akan tindak lanjuti. Segera akan kami koordinasikan dengan dinas teknis untuk langkah-langkah yang akan dilakukan," ujarnya. (one/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#bencana pasuruan #plengsengan ambrol