BANGIL, Radar Bromo - Amblesnya Jembatan Okabawes di Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, bakal ditangani. Mulai hari ini (12/9), rehab Jembatan Okabawes akan dijalankan.
Kaur TU PPK BBPJN 3.5 Budi Santoso mengungkapkan, pembenahan Jembatan Okabawes dilakukan dengan melakukan pembongkaran pelat besi dan jembatan yang lama.
Pembongkaran dilakukan dengan penggalian yang menggunakan alat berat. Selanjutnya, proses pemasangan box culvert akan dilakukan.
Box culvert itu kemudian akan dicor. Selanjutnya, dilakukan pengaspalan. “Kami akan bongkar dulu jembatan yang lama, untuk kemudian dilakukan pembangunan jembatan yang baru,” kata Budi Santoso.
Menurut Budi, pembenahan akan dilakukan bertahap. Untuk tahap awal, sisi selatan yang akan dibongkar dan dibangun. Baru kemudian dilanjut pembangunan sisi utara.
Panjang jembatan yang akan dipugar, sekitar 6,3 meter. Sementara lebar totalnya, mencapai 17 meter. Butuh waktu setidaknya 84 hari untuk pengerjaannya.
“Harusnya hari ini (kemarin, Red) dimulai. Tapi, karena ada selamatan dulu, makanya pelaksanaan perbaikan baru akan dimulai besok (hari ini, Red),” timpalnya.
Kanit Patroli Satlantas Polres Pasuruan Ipda Yusuf mengaku, perbaikan Jembatan Okabawes berisiko terhadap ancaman kemacetan di jalan. Mengingat, jalur tersebut merupakan jalur utama Pasuruan-Surabaya dan sebaliknya.
Untuk itu, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalin. Salah satunya, dengan mengarahkan kendaraan melalui tol PIER. Khususnya untuk kendaraan roda enam ke atas yang melintas dari arah Pasuruan ke Surabaya. Sementara untuk roda empat, bisa melalui persimpangan Meiji, untuk kemudian masuk Oro-oro Ombo Kulon hingga akhirnya tembus persimpangan Gudang Garam Bangil.
“Sementara untuk roda dua, tetap bisa melintas. Kecuali ada kondisi yang tidak memungkinkan, akan kami alihkan,” paparnya.
Sedangkan untuk jalur barat, sementara tidak banyak mengalami perubahan. Hanya antisipasi crowded di persimpangan Dermo, Kecamatan Bangil, maka kendaraan roda enam akan diarahkannya lewat tol atau melaju lurus di Pegadaian Bangil.
“Biasanya kan masuk ke utara. Tapi untuk sementara, kami arahkan lurus. Supaya, ketika di persimpangan Dermo, tidak sampai terjadi crowded,” jelasnya. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin