Seperti yang dirasakan Sukoco, 70, warga Nogosari, Kecamatan Pandaan. Ia sudah menunggu naik haji sejak 2011. Seharusnya, dia berangkat tahun 2019. Namun, gagal setelah pandemi Covid-19 mewabah.
“Alhamdulillah, sekarang saya dan istri bisa berangkat,” ungkap Sukoco saat ditemui di kompleks perkantoran Pemkab Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil.
Para CJH Kabupaten Pasuruan memang berangkat dari kompleks perkantoran Raci. Mereka berangkat menggunakan 20 bus yang disiapkan pemerintah daerah. Mereka terbagi tiga kloter. Yakni, Kloter 51, 52, dan 53 dengan total 1.172 CJH.
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Pasuruan Agus Suhaery menguraikan, jumlah CJH Kabupaten Pasuruan semula 1.174 orang. Namun, dua orang di antaranya gagal berangkat lantaran tidak mampu melunasi Bipih. Sementara, dua orang CJH lainnya ikut kloter Sidoarjo.
“Total CJH Kabupaten Pasuruan yang bisa berangkat sebanyak 1.172 orang. Tapi, dua orang di antaranya ikut kloter Sidoarjo,” jelasnya.
Selanjutnya, mereka menginap di asrama haji Sukolilo, Surabaya. Dan Selasa (13/6) dini hari, baru para CJH itu berangkat ke Makkah.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Pasuruan Bahrul Ulum membeberkan, pemberangkatan CJH Kabupaten Pasuruan yang berlangsung Senin (12/6), terbagi atas tiga kloter. Yakni, Kloter 51, 52, dan 53.
Kloter 51 terdiri atas 123 CJH. Mereka akan bergabung dengan kloter Gresik dan Batu. Sementara, kloter 52 dan 53, masing-masing ada 445 CJH. Dua kloter ini semuanya dari Kabupaten Pasuruan.
Sementara itu, 157 CJH lainnya dari Kabupaten Pasuruan akan masuk kloter 66. Mereka akan bergabung dengan kota Pasuruan. “Mereka akan berangkat tanggal 16 Juni 2023 ini,” paparnya.
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat akan melepas CJH berpesan agar mereka menjaga kesehatan selama pelaksanaan haji. Sebab, cuaca di Makkah cukup panas. Suhunya antara 45 hingga 50 derajat Celsius.
“Kami berharap juga agar petugas haji benar-benar menjalankan tugasnya. Yakni, bisa melayani secara maksimal dan update informasi mengenai kondisi CJH. Khususnya untuk kondisi lansia agar diperhatikan,” bebernya. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin