Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menguraikan, pembangunan Pasar Gondanglegi, Kecamatan Beji, tak bisa dilakukan serta merta. Karena dibutuhkan kajian untuk memastikan kelayakannya.
Kajian itu diperlukan dari berbagai hal. Mulai dari optimalisasi penganggaran, tata letak pasar. Hingga dampak lalu lintas dan berbagai hal lain yang berkaitan. “Butuh kajian untuk pembangunannya,” kata Gus Irsyad, sapaan akrabnya.
Hal inilah yang membuat pembangunan pasar setempat belum bisa dilakukan serta merta. Terlebih lagi, wacana relokasi sudah disiapkan. Yakni, dengan pemindahan pedagang ke pasar baru yang telah disiapkan sebelumnya. “Apalagi kan sebenarnya sudah disiapkan tempat baru untuk mereka (pedagang),” sambung dia.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pasar Gondanglegi terbakar. Akibatnya, puluhan kios Pasar Gondanglegi hangus. Kebakaran itu berlangsung Kamis dini hari (30/3).
Sesuai pedataan ulang yang dilakukan Paguyuban Pasar Gondanglegi, ada kurang lebih 25 kios pedagang yang hangus terbakar dari 125 kios yang ada di pasar setempat.
Imbas kebakaran itu, pedagang memilih untuk membuat stan dadakan. Mereka memilih bertahan karena di pasar itulah mereka bisa berjualan. Meski sempat diarahkan untuk menempati pasar baru di Cangkringmalang, mereka enggan.
Alasannya, pasar baru cenderung sepi dari pembeli. Para pedagang pun berharap agar Pasar Gondanglegi dibangun kembali. Bahkan bila perlu dimodernisasi.
Namun, pemkab belum bisa memastikan. Apakah bakal membangun ulang pasar setempat. Sebab, jauh sebelum insiden kebakaran, rencana relokasi sudah disiapkan. (one/mie) Editor : Ronald Fernando