Kebakaran yang terjadi pada Kamis (30/3) dini hari itu awalnya diketahui Drajat, sekitar pukul 01.10. Awalnya, Drajat yang bertugas menjaga pasar merasa lapar. Ia kemudian mencari makan.
Usai makan, ia duduk di trotoar. Saat itulah, ia melihat asap mengepul di salah satu stan pedagang. Api terlihat dari sana. Sontak ia panik. Lelaki itu segera berlari menuruni tangga pasar. Lalu mengambil air dengan timba untuk memadamkan api, sambil berteriak meminta tolong.
Namun, upaya itu ternyata tak mudah. Api terus membesar. Bahkan, sulit dipadamkan.
“Waktu duduk-duduk, Pak Drajat melihat kepulan asap. Saat ditengok, ternyata stan peracangan milik Bu Nur terbakar. Ia berteriak meminta pertolongan sambal berusaha memadamkan api. Ternyata api terus membesar,” terang Dudung Cahyono, ketua Paguyubang Pedagang Pasar Gondanglegi.
Api yang menyala-nyala lantas merembet ke stan sekitarnya. Dudung mendata, ada empat los di area tengah yang habis terbakar. Di empat los itu ada sekitar 40 stan pedagang.
Lalu, api merembet ke los di sisi utara. Ada tiga stan pedagang yang terbakar di los tersebut. Serta satu stan lain, dekat ponten yang juga ikut terbakar.
“Ada 40 stan yang terbakar dari 125 stan atau kios yang berada di pasar. Mulai stan pedagang sembako, plastik, daging, dan aneka dagangan lainnya. Stan-stan yang terbakar itu ludes semuanya,” tambah Dudung.
Api terus menyala hingga dua jam. Kepanikan pun melanda. Warga tak bisa berbuat banyak untuk menjinakkan api yang menyala-nyala.
Hingga sekitar pukul 03.00, kebakaran hebat tersebut berhasil dijinakkan. Dua mobil damkar Pemkab Pasuruan turun dan memadamkan api.
“Api mudah menjalar karena memang barang dagangan yang ada di pasar rata-rata mudah terbakar. Terlebih, bangunan stan itu semipermanen. Terbuat dari tripleks,” terangnya.
Supari, salah satu pedagang peracangan mengaku, dirinya baru mengetahui stan miliknya terbakar sekitar jam 02.00. Begitu ada kabar pasar terbakar, ia langsung ke lokasi. Sampai di pasar, ia sudah mendapati stan miliknya hangus.
“Kerugiannya jutaan rupiah. Sudah tidak ada yang tersisa. Habis semua,” akunya.
Kapolsek Beji Kompol Yokbeth Wally belum bisa dikonfirmasi tentang kebakaran tersebut. Sementara Camat Beji Muhammad Nasir mengungkapkan, tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut. Hanya kerugian material yang belum dipastikan nilainya.
Menurutnya, kebakaran tersebut berlangsung dini hari. Pemicunya, belum diketahui secara pasti. Namun, diduga karena korsleting listrik.
“Kami juga sudah melaporkan ke pimpinan berkaitan dengan keadaan pasar tersebut,” sambung dia. (one/hn) Editor : Ronald Fernando