Padahal, tidak sedikit warga yang lalu-lalang di jalan ini. Baik dari Alun-alun Bangil menuju Plaza Bangil, atau sebaliknya. Kondisi ini dinilai membutuhkan rambu-rambu penyeberangan jalan.
“Tidak ada sarana penyeberangan yang mumpuni di depan Alun-alun Bangil,” ujar salah satu warga Bangil, Hamim.
Menurutnya, sarana penyeberangan berupa zebra cross di jalan ini sejatinya sudah ada. Namun, sudah kusam dan tidak pernah diperbaiki. Begitu juga dengan lampu penyeberangan. Sudah terpasang dan kini tak bisa bisa difungsikan.
Adanya sarana dan rambu-rambu penyeberangan, kata Hamim, sangat diperlukan. Untuk memudahkan warga menyeberang dan mencegah adanya kecelakaan lalu lintas. “Harusnya sarana penyeberangan di ruas Surabaya-Pasuruan depan Alun-alun Bangil difasilitasi," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa mengaku, bakal memperhatikan usulan warga. Namun, masih akan mengecek ketersediaan anggaran pengadaannya.
“Akan kami tinjau dulu urgenitas pemasangan rambu penyeberangan di jalur setempat. Karena, sebelumnya sudah ada. Termasuk rambu penyeberangan. Namun, kerap dibuat mainan, sehingga rentan rusak,” jelasnya. (one/rud) Editor : Jawanto Arifin