Saat itu, ada lima warga Kedungboto, Kecamatan Beji, sedang melakukan pembersihan enceng gondok di sekitaran pintu air Desa Kedungboto, Kecamatan Beji. Bersih-bersih itu sebenarnya sudah berlangsung sejak Minggu (23/10). Tapi, karena masih banyak, bersih-bersih sungai dilanjut sampai kemarin.
Aksi bersih-bersih itu ditujukan untuk menangani suburnya enceng gondok di Sungai Wrati. Pasalnya, tumbuhan enceng gondok tersebut membuat warga waswas. Karena berisiko memicu penyumbatan air, hingga berdampak terhadap luapan air sungai. Kalau sudah begitu, rentan terjadinya banjir. Apalagi, di musim hujan seperti sekarang ini. Karena itulah, bersih-bersih tersebut dilakukan.
Nah, saat sibuk bersih-bersih enceng gondok siang itulah, warga dibuat kaget. Setelah salah satu dari mereka tak sengaja memegang benda yang diduga ekor buaya. Karena itulah, mereka menjadi panik dan langsung berhamburan ke daratan.
Mereka lari ke daratan sambil berteriak ada buaya. “Tadi (kemarin, Red) bersih-bersih. Saya kira narik enceng gondok. Ternyata, ada ekor buaya yang saya tarik. Kaget aku, Mas,” aku Solihin, salah satu warga yang bersih-bersih sungai.
Ketua Forum DAS Wrati Henry Sulfianto menguraikan, insiden tersebut memang sempat memicu ketakutan warga. Karena itu, untuk melanjutkan aksi bersih-bersih, ia dan warga memilih cara lain. Yakni, dengan menggunakan tampar yang ujungnya akan diberi besi menyerupai cakar.
“Memang sempat menghambat. Tapi, aktivitas bersih-bersih sungai tetap akan kami lakukan. Khusus untuk Kedungboto, akan kami lakukan dengan alat,” terangnya.
Kades Kedungboto, Kecamatan Beji, Subandi mengakui, Sungi Wrati memang banyak dihuni buaya. “Memang banyak buaya di Sungai Wrati,” jelasnya. (one/fun)
Editor : Muhammad Fahmi