Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Empat Bulan, 238 Kasus DBD di Kab Pasuruan, 4 Meninggal

Ronald Fernando • Kamis, 26 Mei 2022 | 17:53 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI
BANGIL, Radar Bromo-Intensitas hujan mulai berkurang. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati pada genangan air. Genangan itu menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, penyebar virus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Korban sudah banyak.

Dinkes mencatat, hingga April 2022, ratusan warga Kabupaten Pasuruan terkena DBD. Empat orang dinyatakan meninggal dunia. Kepala Dinkes Ani Latifa menyebutkan, rentetan kasus DBD terus bermunculan di berbagai kawasan. Hujan ternyata masih turun. Itu menjadi salah satu faktor pemicu genangan.

Nyamuk pun memperoleh tempat berkembang biak. Sehingga menularkan virus penyakit berbahaya tersebut. ”Kami ingatkan masyarakat untuk tetap waspada,” ungkapnya.

Ani meminta warga bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dari ancaman penyebaran virus. Kebersihan ruangan, kamar, kamar mandi, halaman, dan lingkungan sekitarnya harus menjadi perhatian. ”Harus dijaga,” tegasnya.

Ani menyebutkan, sepanjang Januari hingga April 2022, dinkes mencatat sudah ada 238 kasus DBD. Sebagian dibawa ke rumah sakit. Beberapa di antaranya sampai meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan. ”Ada empat orang yang meninggal dunia,” sebutnya.

Menurut Ani, jumlah kasus DBD bukan masih mungkin bertambah. Jadi, perlu upaya-upaya pencegahan Di antaranya, menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Langkah 5 M juga penting. Yaitu, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk, membuang kaleng bekas, dan memasukkan ikan cupang atau bubuk abate ke dalam genangan air.

Dinkes sendiri, lanjut Ani, terus berupaya menekan ancaman DBD tersebut. Salah satunya, menggerakkan kader jumantik (juru pemantau jentik). Mereka mengawasi penyebaran jentik-jentik nyamuk.  ”Misalnya, kamar mandi atau tempat-tempat lain yang berisiko menjadi sarang nyamuk,” tandasnya. (one/far) Editor : Ronald Fernando
#demam berdarah pasuruan #pemkab pasuruan