Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengungkapkan, Pemkab Pasuruan telah memiliki konsep dan desain penataan Alun-alun Bangil. Dalam desain itu, ada berbagai pembenahan yang direncanakan. Misalnya, pagar keliling alun-alun. Pagar teralis besi yang terpasang saat ini dinilai sudah tidak representatif lagi.
Tidak hanya pagar yang dibenahi. DLH juga siap membangun infrastruktur penunjang. Baik permainan untuk anak-anak maupun sarana pendukung lain untuk keluarga.
”Ada pembenahan yang harus dilakukan untuk penataan Alun-alun Bangil,” kata Heru melalui Sub Koordinator Pemeliharaan Taman DLH Kabupaten Pasuruan Mukhsin.
Nah, untuk mewujudkan itu semua, perlu biaya besar. Bahkan, nilainya bisa mencapai Rp 6 miliar lebih. Masalahnya, Pemkab Pasuruan saat ini belum memiliki anggaran yang cukup untuk merehab Alun-alun Bangil.
Yang tersedia sekarang baru anggaran untuk penyediaan lampu hias di sekitar alun-alun. Karena itulah, rencana memermak wajah alun-alun tersebut belum bisa direalisasikan pada 2022 ini.
”Tahun ini anggarannya belum ada,” ucapnya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin