Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Martabak Jadul Tetap Mantul, Banyak Diburu untuk Takjil

Ronald Fernando • Kamis, 28 April 2022 | 22:00 WIB
BANYAK DIBURU: Sejumlah warga antre menunggu martabak jadul di Bangil. Saat Ramadan, martabak jadul ini banyak diburu untuk menu takjil dan tadarus. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)
BANYAK DIBURU: Sejumlah warga antre menunggu martabak jadul di Bangil. Saat Ramadan, martabak jadul ini banyak diburu untuk menu takjil dan tadarus. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo–Ramadan menjadi berkah bagi banyak orang. Tak terkecuali bagi pedagang aneka makanan. Seperti jajanan jadul (zaman dulu) nan legendaris martabak mihun yang ada di Bangil ini.

Jajanan ini laris manis. Sampai-sampai membuat pedagangnya kewalahan. Bahkan, pedagang martabak legend dadakan ini pun bermunculan.

Martabak mihun tersebut memang menjadi jajanan khas di Bangil. Bahan baku utamanya, telur, mihun bercampur wortel. Sebagian juga ada campuran kulit. Rasanya mantul. Alias mantap betul. Apalagi dicocol petis dan ditambah ngeremus lombok. Maknyus.

Salah satu pedagang martabak legend Bangil adalah Asfiah, 45, warga Kauman, Kecamatan Bangil. Sudah puluhan tahun lamanya, ia berjualan martabak mihun. Selama itu pula, hampir setiap harinya, dagangannya laris manis diburu pembeli.

Apalagi, ketika momen Ramadan seperti sekarang. Penjualannya meningkat hingga lipat dua. Ia pun sampai kewalahan melayani pembeli. “Pesanan banyak. Sejak menjelang magrib, sudah dikerubungi pembeli,” ungkap dia.

Permintaan martabak legend tersebut menanjak saat Ramadan, karena kebanyakan untuk dimanfaatkan sebagai takjil. Selain itu, juga untuk jajanan saat tadarusan. Hal ini yang membuat pesanan berdatangan.

Hal senada juga dirasakan Asmania, 43, warga Kauman, Kecamatan Bangil. Menurut Asmania, harga martabak mihun yang murah, menjadi daya tarik tersendiri oleh pembeli. Apalagi, dari segi rasa. Cukup menggoyang di lidah. Membuat pembeli ingin balik lagi. “Harganya cukup murah. Lima ribu, dapat empat biji,” akunya.



Ia mengaku, Ramadan memang memberi berkah tersendiri. Penjualan martabaknya bisa mencapai puluhan. Bahkan hingga ratusan pieces per harinya saat momen Ramadan. (one/mie) Editor : Ronald Fernando
#martabak bihun #jajan jadul