Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan M. Zaini menyebutkan, anggaran insentif untuk guru madin mencapai Rp 6 miliar per tahun. Sebab, masing-masing guru diberi Rp 100 ribu per bulan dikalikan 12 bulan. Total ada 5 ribuan guru madin di seluruh Kabupaten Pasuruan.
”Anggarannya cukup besar karena banyaknya yang mendapatkan insentif,” ungkap Zaini.
Anggaran untuk insentif itu tidak naik karena dinilai sudah cukup membebani APBD. Lebih-lebih, saat ini, masih banyak kebutuhan dan program-program lain yang harus dibiayai pemerintah daerah.
Menurut Zaini, keinginan menaikkan insentif memang ada. Namun, karena keterbasan anggaran, rencana itu tidak bisa direalisasikan sekarang. ”Karena ada yang lebih urgen. Apalagi di tengah pandemi,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengakui memang belum ada kenaikan insentif untuk guru madin. Padahal, keinginan itu ada. Namun, keterbatasan anggaran menjadi alasan.
”Kami memang berencana menaikkan. Masih penggodokan. Apalagi sekarang pandemi,” bebernya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin