Tanggul sungai itu jebol akibat terjangan banjir. Menurut Kepala Dusun Krian, Desa Pekoren, Akhmad Eko, panjang tanggul yang jebol sekitar 18 meter. Air meluap keluar dari saluran.
”Sekarang air masih lancar. Tapi, kalau kemarau nanti, itu bisa jadi masalah. Kami khawatir air tidak bisa mengalir hingga persawahan warga,” ungkapnya.
Eko menambahkan, sungai itu merupakan andalan bagi petani Pekoren, hingga Oro-oro Ombo Wetan untuk mengaliri sawah. Setelah tanggul jebol, air irigasi tidak maksimal mengalir ke sawah. Airnya kan meluber. Tidak sampai ke area pertanian warga. Bisa-bisa rusak tanaman padi petani,” ungkapnya. Eko berharap segera ada perbaikan.
Hal senada diungkapkan Burhan, salah satu aktivis asal Rembang. Dia berharap dinas terkait segera turun tangan. Sebab, kerusakan tanggul itu mengkhawatirkan para petani.
”Kami harap instansi terkait segera turun tangan,” tuturnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris menyatakan, bakal mengecek dulu kerusakan tersebut. Baru setelah itu dilakukan tindakan.
”Agar bisa dilakukan perbaikannya seperti apa. Perlu kami koordinasikan dengan dinas teknis juga,” ujar Haris. (one/far) Editor : Jawanto Arifin