Dorongan untuk melakukan perubahan pun bermunculan. Agar keberadaan sentra yang juga dikenal dengan sebutan Bangkodir itu, bisa dikunjungi warga.
Seperti yang diungkapkan Mukhlis, eks pedagang di Bangkodir. Ia memandang, konsep yang diusung dalam membangun Sentra Produk Unggulan atau Bangkodir tak jelas arahnya.
Saat dijadikan tempat UKM, kurang penanganannya. Begitu juga saat jadi kawasan rest area, sarana penunjangnya tidak mumpuni. Musala tidak terawat. Lalu, tempat kuliner yang tak menunjang.
"Konsepnya tidak jelas. Harus ditata ulang. Kalau mau dijadikan rest area, harusnya ditunjang dengan sarana memadai. Saya yakin, dengan kondisi saat ini banyak pengunjung akan jera balik ke Bangkodir," bebernya.
Kalau konsep rest area yang diusung, menurutnya, maka Pemkab Pasuruan harus memberikan sarana penunjang. Misalnya, untuk tempat istirahat, dibangun gazebo-gazebo. Sehingga bisa menjadikan pengunjung nyaman.
Kamar mandi juga harus ditata, agar pengunjung tidak jera. Begitu juga musala. Harusnya dibuat nyaman untuk beribadah. "Kalau ditata dengan baik, saya yakin Bangkodir bisa dihidupkan. Tidak seperti sekarang. Sepi dan kondisinya kurang nyaman," tandasnya.
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano VF Santoso mengungkapkan, rencana penataan memang akan dilakukan. Tujuannya, agar kawasan Bangkodir lebih diminati untuk dikunjungi.
"Kami akan melakukan penataan ulang. Tahun ini memang susah untuk membangun infrastruktur di kawasan setempat. Tapi, mungkin tahun depan, penataan itu akan bisa untuk dimulai," jelasnya. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin