Seperti yang diungkapkan Suwandi, 30, warga Kiduldalem, Kecamatan Bangil. Menurutnya, pengguna jembatan Okabawes dibuat waswas saat melintas di sana. Sebab, pelat besi yang digunakan sebagai penahan jembatan rentan jebol.
Apalagi, intensitas kendaraan yang melintas cukup tinggi. Bahkan, tidak sedikit pula kendaraan yang melintas memiliki tonase tinggi.
"Kondisi ini pun membuat jembatan Okabawes rentan ambles dan jebol," kata Suwandi.
Bukan hanya itu. Karena pelat besi jembatan kondisinya rawan, kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati. Hampir semua kendaraan berjalan pelan untuk menghindari kejadian yang tak diharapkan.
Imbasnya, kemacetan sering terjadi di jembatan Okabawes.
Khususnya, ketika jam-jam kerja atau jam pulang kerja. Saat volume kendaraan meningkat.
"Kerap sekali jembatan tersebut menjadi pemicu kemacetan. Karena pengguna jembatan harus berjalan begitu pelan saat melintasi jembatan," bebernya.
Untuk itulah, dia berharap ada penanganan agar keberadaan jembatan tersebut lebih nyaman. Dan yang penting, tak membuat waswas ataupun cemas penggunanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Gempol-Pasuruan-Probolinggo Wahyu Wibowo mengungkapkan, pihaknya sudah membenahi pelat besi di jembatan itu. Pembenahan dilakukan untuk menjaga ketahanan jembatan. Sambil menunggu pembenahan jembatan secara permanen.
"Minggu kemarin (27/2) sudah kami las. Rencananya memang akan dibenahi permanen. Tapi, masih menunggu tanda tangan kontrak," ujarnya. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin