Salah satu alumni yang juga aktivis, Mukhlis mengaku, memberikan batas waktu pihak Gubernur untuk memberi respon atas demo yang dilakukan Kamis lalu (10/1). Bila tidak ada tanggapan, aksi susulan akan dilanjutkan. Ia bersama warga serta alumni, akan kembali mendatangi Kantor Grahadi Surabaya.
"Intinya satu, tidak boleh ada SMAN 1 Taruna Madani di SMAN 1 Bangil. Kalau mau mendirikan, harus di tempat lain," tandasnya.
Mukhlis mengaku, memberikan waktu sepekan. Bila memang tak ada tanggapan, rombongan massa lebih besar akan turun jalan. "Kami akan gruduk Gedung Grahadi lagi," imbuhnya.
Mukhlis juga menyinggung pernyataan Humas SMAN 1 Bangil, Aji Abdurrohman yang menyebutkan kalau ia bersama teman-teman alumni dan aktivis, tidak berkenan untuk berdiskusi dengan pihak sekolah. Apa yang disampaikan pihak SMAN 1 Bangil, tidak benar. Karena sebenarnya, ia dan rekan-rekannya Kamis kemarin (10/2), tidak diajak ataupun diundang untuk berdiskusi.
"Apa yang disampaikan pihak Humas sekolah tidak benar. Kami tidak pernah diundang untuk diskusi. Ujuk-ujuk bilang, kami tidak berkenan dan memilih menyampaikan uneg-uneg ke Surabaya untuk menemui Gubernur," sampainya.
Humas SMAN 1 Bangil, Aji Abdurrohman mengaku, kalau pihaknya memang tidak mengundang untuk audiensi. Tapi, pihak sekolah menyediakan tempat, jika kalangan alumni ataupun aktivis hendak berdiskusi.
Ia mengelak jika dikatakan alumni maupun aktivis tidak berkenan untuk audiensi. Hal itu hanyalah misskomunikasi. "Mereka memang berniat untuk menyampaikan aspirasinya ke Gubernur. Dan saya tidak bilang, sayang mereka tidak berkenan untuk audiensi dengan pihak sekolah. Saya tidak bilang begitu," ucapnya. (one/fun) Editor : Fandi Armanto