Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menyebutkan, puluhan pembuatan bronjong itu merupakan realisasi tahap kedua. Pada tahap pertama, sudah lima titik proyek bronjong yang selesai pada Agustus lalu.
Yang 23 bronjong tahap kedua masih finishing. Hanya tersisa penyelesaian di dua titik. ”Pengerjaannya sudah 98 persen,” kata Imam.
Dia menambahkan, beberapa kendala memang sempat terjadi. Medan sulit di tebing sungai. Musim hujan meningkatkan debit air sungai. Kondisi itu menghambat pelaksanaan proyek. Tapi, kendati begitu, progresnya masih baik. Sebab, hampir semuanya tuntas.
Imam menjelaskan, pemasangan bronjong dilakukan sebagai upaya penguatan tanggul. Sebab, tanggul-tanggul yang ada pada jaringan irigasi mengalami kerusakan.
Kondisi itu berisiko tinggi terhadap permukiman warga. Jika tanggul longsor, bisa terjadi banjir. Kawasan yang rawan banjir itu, antara lain, berada di wilayah Kecamatan Rembang, Nguling, Rejoso, dan 20 titik lain. Masing-masing lokasi disiapi anggaran Rp 100 juta hingga Rp 160 juta. Total dana yang disiapkan kurang lebih Rp 3 miliar.
Di sisi lain, konsultan pengawas dari CV Dimensi, Ahmad Santoso memastikan 23 paket pekerjaan bronjong hampir semuanya selesai. Bahkan, ada yang telah masuk penyerahan tahap satu (P1).
”Ada yang belum memang. Tinggal sedikit. Tapi, secara keseluruhan, hampir semuanya selesai,” jelasnya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin