Kemacetan di kawasan Latek itu terjadi dalam dua hari terakhir. Sebab, sejak Rabu (20/10), proyek pembangunan jembatan Latek dilanjutkan lagi. Pembangunan terhenti sementara pada September 2021 lalu. Saat itu, rehab jembatan baru tergarap separo di sisi selatan.
Proyek tidak bisa dilanjutkan karena ada pipa gas di lokasi pembangunan. Kemudian dilakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Negara (PGN). ”Sejak Rabu (20/10), pembangunan jembatan dimulai lagi,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Ipda Yusuf mendampingi Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Lubis.
Pengerjaan lanjutan jembatan tersebut ternyata memicu kemacetan panjang. Kendaraan berdesakan mengantre. Sebab, hanya separo jalan yang bisa dilalui. Sementara, setengahnya dibongkar untuk kelanjutan proyek jembatan. Keluhan pun bermunculan. Terutama, pada pagi atau sore. Saat jam-jam berangkat atau pulang kerja.
Kemacetan parah terjadi sampai lebih dari 300 meter. Untuk mengatasinya, pengalihan arus dilakukan. Pengendara dari arah Pasuruan dan hendak menuju Surabaya dialihkan ke jalan tol Pasuruan-Gempol. Melalui pintu gerbang tol PIER. Terutama, kendaraan barang ataupun kendaraan besar.
”Untuk yang dari arah Surabaya, belum ada pengalihan,” imbuhnya.
Pengalihan arus ini disesuaikan dengan target pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. Diprediksi, penggarapan proyek berlangsung hingga dua bulan mendatang. (one/far) Editor : Fandi Armanto