Site Manager PT Nugroho Lestari M. Rizal mengakui, pembangunan Jembatan Latek jauh dari target. Kondisi tersebut dipengaruhi struktur tanah di bawah jembatan.
Menurutnya, selain lembek, struktur tanahnya belum mendapatkan pengujian. Pengujiannya telah dilakukan pada akhir Agustus. Karenanya, kini pembangunannya dilanjutkan. “Sekarang proses pengecoran. Kami juga akan mendatangkan box culvert dalam waktu dekat,” ujarnya.
Selain faktor tanah, kata Rizal, juga ada masalah sosial. Jaringan irigasi di bawah jembatan menjadi saluran utama bagi lahan pertanian warga. Mereka tidak menghendaki saluran ini ditutup. Sedangkan, proses pengecoran akan sulit jika air tetap mengalir. “Makanya kami juga membuat jaringan pipa untuk penyaluran air,” katanya.
Ia mengaku semula menargetkan pembangunan jembatan ini rampung dalam waktu tiga bulan. Terhitung sejak akhir Juni 2021. Namun, ternyata meleset. “Kontrak kerja kami sampai Desember. Tapi, kami punya target penyelesaiannya bisa tiga bulan. Sayangnya, ada kendala yang dihadapi di lapangan membuat target kami harus mundur,” ujarnya. (one/rud) Editor : Jawanto Arifin