Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

SMPN 2 Bangil Batal Jadi Isoter, Akhirnya Dipindah ke Asrama Polres

Fandi Armanto • Selasa, 3 Agustus 2021 | 12:09 WIB
DIPROTES: Gedung SMPN 2 Bangil yang sempat hendak dijadikan tempat isolasi terpusat. Insert: Warga saat heading di DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
DIPROTES: Gedung SMPN 2 Bangil yang sempat hendak dijadikan tempat isolasi terpusat. Insert: Warga saat heading di DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo – Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Bangil, akhirnya menyerah. Rencana untuk memanfaatkan gedung SMPN 2 Bangil sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) gagal dijalankan.

Mereka memilih untuk mengalihkan ke tempat lain. Gedung asrama Polres Pasuruan di Pogar, Kecamatan Bangil, akhirnya dipilih untuk menjadi pengganti.

Camat Bangil Komari mengungkapkan, pemindahan gedung isoter tersebut bukannya tanpa alasan. Langkah ini untuk menghindari gejolak di tengah masyarakat. Sebab, meski sudah memberikan edukasi, masih ada warga dan wali murid yang menolak pemanfaatan gedung SMPN 2 Bangil menjadi isoter.

Photo
Photo
DIPINDAH KESINI: Rusun atau flat milik Polres Pasuruan yang akan dijadikan lokasi isolasi terpusat. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Kami tidak ingin berpolemik di tengah upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat isoter. Makanya, kami memilih mengalah untuk mencari tempat yang lain,” bebernya.

Gedung asrama Polres Pasuruan akhirnya dipilih sebagai tempat isoter dengan beberapa pertimbangan. Selain jauh dari  kawasan penduduk, gedung tersebut tidak berpenghuni. Sehingga dinilainya perlu untuk dimanfaatkan.

“Sudah kami lakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Akhirnya disepakati gedung rusun untuk asrama Polres Pasuruan dijadikan isoter,” imbuhnya.

Belum dipastikan kapan gedung itu mulai difungsikan. Karena saat ini, kata Komari, proses penataan masih dilakukan. “Sedang dilakukan penataan. Seperti penyiapan tempat tidurnya,” ulasnya.

Photo
Photo
WADUL: Warga saat heading di DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Gagalnya rencana pemanfaatan SMPN 2 Bangil menjadi gedung isoter, membuat sejumlah wali murid gembira. Henry Sulfianto, salah satu wali murid mengaku bersyukur tempat isoter dipindahkan. Tidak lagi memanfaatkan gedung SMPN 2 Bangil.

“Kami bersyukur. Karena memang, gedung SMPN 2 Bangil tidak layak untuk jadi isoter. Mengingat, kawasan setempat merupakan tempat pendidikan,” jelasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan memandang, tempat pendidikan memang tidak seharusnya menjadi tempat isoter. Karena, hal tersebut menyangkut nasib anak didik.

“Masih banyak tempat yang bisa digunakan untuk isoter. Dan kami tidak menghendaki kalau tempat isoter memanfaatkan sekolah,” tandasnya. (one/hn) Editor : Fandi Armanto
#ppkm darurat #covid-19 kabupaten pasuruan #isolasi terpusat ditolak #isolasi terpusat kabupaten pasuruan